Select Page

Madiun – Masih dalam rangkaian Hari Jadi Madiun Ke 99 dan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Seni Pencak Silat dan Beladiri di Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar Lomba Seni Pencak Silag dan Bela Diri Dalam Rangka Hari Jadi Madiun Ke 99 dan Hari Bhayangkara ke 71 Tahub 2017, kemarin Sabtu (22/7) di Gedung Taman Praja, Kecamatan Taman Kota Madiun.

Dalam laporan ketua panita Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga menyampaikan tujuan kegiatan ini diantaranya adalah untuk memupuk, memelihara, dan menggalang persatuan dan kesatuan diantara keluarga seni pencak silat dan beladiri khususnya, serta masyarakat umumnya.

Tujuan lain yakni memberdayakan seni pencak silat dan beladiri, mengembangkan jiwa sportifitas, kompetitif, rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab serta mengembangkan budaya hidup sehat.

Mengusung tema semangat sportifitas kita tingkatkan prestasi olahraga seni pencak silat dan beladiri serta kerukunan masyarakat di Kota Madiun ini, diikuti oleh 150 atlet pencak silat wilayah Kecamatan Taman.

Sonny Mahar Budi, Kapolresta Madiun dalam amanatnya menyampaikan kejuaraan ini mengusung nilai penting dan juga melestarikan budaya pencak silat di Kota Madiun. “Saya berharap kejuaraan ini sebagai sarana silahturahmi antara organisasi seni pencak silat dan beladiri serta menunjang pelestarian budaya serta promosi seni pencak silat dan beladiri,” tuturnya. Lanjutnya, pelaksanaan kegiatan ini bisa menjadi contoh di kecamatan lain dikarenakan mengubah potensi yang sebelumnya menyeramkan menjadi suatu kekuatan positif yang bisa dibanggakan. Sementara itu Maidi, Sekretaris Daerah Kota Madiun saat ditemui setelah acara mengatakan jika ingin menunjukkan Kota Madiun sebagai Kota Silat maupun Kampung Silat sebelumnya harus mampu menunjukkan manfaatnya ke Masyarakat.

“Kita telah berkoordinasi dengan IPSI, Polres dan Porfimda bagaimana ada pengabdian ke masyarakat dari pendekar tersebut,” katanya. Lanjutnya, nantinya kemanfaatan pendekar bukan hanya untuk pribadi melainkan juga berguna untuk masyarakat umum. Selain itu jika ingin menetapkan sebagai kampung silat maka harus selalu membawa para pendekar di event-event luar daerah untuk menunjukkan atraksi seperti yang ditampilkan hari ini.

Undangan lain yang hadir pada acara ini antara lain Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Forkopinda, Camat Taman, Kapolsek Taman, Danramil Kec. Taman, IPSI, dan organisasi-organisasi seni pencak silat dan beladiri di Kota Madiun. (kmf)