Masyarakat Wajib Melek Informasi, Pemkot Optimalkan Peran KIM Melalui Pembinaan Rutin

MADIUN – Informasi bukan sekedar pelengkap. Namun, sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar. Tak heran, masyarakat wajib melek informasi. Selain agar selalu uptodate, informasi juga memberikan kesempatan membuka peluang baru. Informasi tidak hanya dari instansi dan lembaga. Masyarakat juga dapat menjadi penyebar informasi kepada sesamanya. Seperti yang dikelola dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Tak heran, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) getol melakukan pembinaan agar KIM semakin efektif dan berkembang. ‘’Rencana ada 12 pembinaan dalam tahun ini. Artinya, minimal ada sekali pembinaan dalam setiap bulan,’’ kata Kabid Pengelolaan IKP Diskominfo Iroh Sunirah saat pembinaan KIM di aula kantor Kecamatan Taman, Selasa (23/1). read more…

‘Engkling’ Bisa Bawa Kota Madiun ke Jakarta

 MADIUN – Satukan budaya aktivitas dan pendidikan, ‘Engkling’ menjadi inovasi unggulan Kota Madiun dalam lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Jawa Timur. Hal ini karena selain melakukan aktivitas fisik dan mengedukasi tentang PHBS, Engkling juga turut melestarikan budaya tradisional. Engkling yang pada saat peninjauan tim penilai lapangan PHBS Provinsi Jawa Timur dilakukan oleh ibu-ibu, juga bisa dilakukan oleh anak-anak untuk mengurangi penggunaan gadget seperti yang dipesankan Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat melepas tim penilai PHBS Provinsi Jatim, Selasa (23/1/2018). read more…

Dekranasda Diminta Segera Laksanakan Program Kerja

MADIUN – Walikota Madiun meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Madiun segera melaksanakan berbagai kegiatan yang telah dirancang. Hal ini karena Dekranasda merupakan organisasi non profit yang terdiri dari kumpulan masyarakat pecinta seni dan kerajinan Kota Madiun dan memiliki jiwa pengabdian untuk mengembangkan kerajinan dan melestarikan kebudayaan khususnya Kota Madiun.

Untuk mendukungnya, diperlukan kegiatan-kegiatan yang mampu menunjang pengembangan kerajinan dan kebudayaan Kota Madiun. Sejalan dengan itu Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan kegiatan Dekranasda Kota Madiun ini sudah direncanakan dan dimasukkan dalam APBD 2018 sehingga Dekranasda Kota Madiun tinggal mengeksekusi dan melaksanakan program-program yang sudah tertuang dalam APBD 2018.

“Kita tidak sedang mengevaluasi namun melaksanakan apa yang sudah diplanningkan (direncanakan) dan dibudgettingkan (dianggarkan), dan saya mohon ini dikerjakan yang secepat-cepatnya,” pesan Walikota saat Rapat Pembahasan Susunan Kepengurusan Dekranasda Kota Madiun Sisa Masa Bakti 2014-2019, di Panti PKK, Kota Madiun, Senin (22/1/2019). Lebih lanjut, Walikota mengharapkan, segala kegiatan Dekranasda baik itu pameran dan sebagainya agar dapat selesai di bulan November (2018) ini, karena masih akan ada pertanggungjawaban.

“Saya berharap Maret 2019 sudah bisa saya pertanggungjawabkan, baik yang lima tahunan maupun kegiatan tahun 2018, kalau memang masih ada yang bisa dilaksanakan tetap November ini bisa dipertanggungjawabkan, artinya ketika ada progam yang baru, kemudian di PAK-an kalau bisa PAKnya bulan Agustus sehingga November sudah selesai,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, Dekranasda Kota Madiun masih harus mengevaluasi kegiatan-kegiatan di tahun 2017. Sebagai contoh kegiatan pameran dekranasda yang ada di Jakarta, kalau terpaksa tidak bisa diikuti maka bisa digeser ke yang lain. “Tapi diusahakan bulan Desember hanya tersisa 5% paling tidak, hal ini dikarenakan jika difokuskan akhir tahun maka akan berat untuk mempertanggungjawabkannya,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum Dekranasda Kota Madiun, Hj. Ismah Sugeng Rismiyanto saat membuka rapat menyatakan, menyampaikan dalam sebuah organisasi diperlukan kepengurusan dimana pengurus Dekranasda Kota Madiun disahkan oleh Ketua Umum Dekranasda Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini istri Gubernur Jawa Timur, Ibu Nina Soekarwo.

“Kegiatan ini sebagai upaya mensinergikan apa yang tertuang pada AD ART Dekranasda, karena hingga saat ini belum ada kepengurusan dan masih berbentuk draft,” jelas Istri orang nomer satu Kota Madiun.

Untuk diketahui tahun 2018, Dekranasda Kota Madiun mempunyai anggaran Rp129.571.000 dimana program yang telah direncanakan dalam APBD 2018 ini antara lain mengikuti pameran Dekranasda baik tingkat nasional dan provinsi, serta mengikuti Rakernas yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta.

Usulan pembentukan pengurus Dekranasda Kota Madiun merupakan hasil koordinasi dengan Dekranasda Provinsi Jawa Timur setelah Ketua Umum Dekranasda Kota Madiun, Hj. Ismah Sugeng Rismiyanto sisa masa bakti 2014-2019 resmi dilantik 21 Agustus 2017 lalu. 
(kmf)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Walikota Lantik Empat Pejabat Baru

MADIUN – Pengangkatan pejabat ataupun mutasi sudah biasa sebagai penghargaan maupun pengkaderan dalam suatu instansi. Begitu juga di Pemerintah Kota Madiun yang hari ini, Jumát (19/1) di Ruang 13 Balai Kota, Pemkot Madiun melantik empat pejabat sebagai sebuah penghargaan atas kinerjanya selama mengabdi di Pemkot Madiun.

Pejabat yang dilantik adalah Abat Mulyono yang semula staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kota Madiun yang dipromosi menjadi kepala Sub Bagian Umum pada dinas yang sama; Drs. Sukirno dengan jabatan baru Pengawas Sekolah Ahli Utama; Sulis Setyaningsih, S.Pd, M,Si dengan jabatan baru Pengawas Sekolah Ahli Utama; dan Henky Wahyu S. B., S. Sos dengan jabatan baru Pengantar Kerja Pratama.

Pengambilan Sumpah Jabatan dilakukan oleh Walikota Madiun H. Sugeng Rismiyanto, SH, M.Hum dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah dan Pakta Integritas.

Dalam arahan kepada pejabat yang baru dilantik, Walikota berpesan untuk selalu bekerja sesuai dengan aturan undang-undang dan hukum yang berlaku. “Bekerja di track (jalur) yang benar, lurus sehingga ada peningkatan di dalam prestasi dan kinerjanya,” tegas Walikota mengawali sambutannya.

Jabatan baru tersebut diberikan oleh pemerintah merupakan amanah yang harus benar-benar dilaksanakan. Karena semakin tinggi jabatan yang disandang, semakin banyak pekerjaan dan tanggung jawabnya. “Yang dilantik makin banyak pekerjaan dan tanggung jawabnya di masa mendatang,” tutur Walikota.

Tak lupa mantan pengajar ini memberikan selamat kepada empat pejabat yang baru saja dilantik, “Selamat untuk yang baru saja dilantik, jangan lupa dengan sumpah jabatan barunya,” tandasnya.

Tamu yang hadir dalam pelantikan ini Walikota Madiun H. Armaya dan perwakilan dari DPRD Kota Madiun.

(hendro,adit/diskominfo)
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

OPD Wajib Paham Petunjuk Operasional

MADIUN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Madiun wajib memahami Petunjuk Operasional (OP) dan tidak salah persepsi dalam melaksanakan berbagai kegiatan. OP sebagai pedoman yang dikemas menjadi suatu dokumen dan petunjuk yang diperlukan sebagai acuan untuk menjalankan suatu kegiatan dalam suatu OPD harus benar-benar dilaksanakan sesuai yang digariskan.

Hal ini dikatakan Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto dalam sambutannya saat Sosialisasi Petunjuk Operasional Penyusunan Standart Harga, Kamis (18/1/2018), di Ruang 13 Balaikota Madiun. Walikota menekankan, segala tahapan kegiatan baik fisik maupun non fisik yang dikerjakan secara swakelola atau pihak ketiga juga harus terus dikoordinasikan dengan OPD terkait.

“Jangan sampai ada salah persepsi atas satu petunjuk. Ini akan menjadi penting di awal tahun ini,” himbau orang nomor satu di Kota Madiun ini.

Walikota juga meminta OPD tidak ragu-ragu bertanya kepada narasumber dalam sosialisasi tersebut sebab kemungkinan ada strategi yang berbeda sehingga ada kesepahaman dalam mempersepsi sebuah petunjuk. “Ini menjadi penting. Saya mohon mari kita ikuti bersama,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Kota Madiun Maidi juga menghimbau bahwa Petunjuk Operasional harus dimengerti dan tidak melupakan APBD 2017 juga. “Jangan lupakan APBD 2017, secara administrasi juga harus selesai atau sifatnya tidak tuntas,” paparnya.

Narasumber yang juga konsultan dari universitas Airlangga, Rudi Setyono menjelaskan, ketika survei di lapangan muncul banyak dinamika dan terjadi fluktuasi naik turunnya harga barang.

”Kami mengingatkan kondisi terakhir harga barang yang sifatnya yang berbahan kerta kertas naiknya sangat drastic,” ia mencontohkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Madiun Armaya, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Andriono Waskitho Murti yang juga menjadi moderator acara dan segenap Kepala OPD di jajaran Pemerintah Kota Madiun.
(kmf)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

City Branding Kota Madiun Untuk Go Internasional

MADIUN – Hadirnya logo Kota Madiun, semboyan atau tagline Kota Karismatik Madiun dan lagu Madiun Nyaman dan Damai menjadi ‘warna’ baru bagi Kota Madiun. Identitas terkini diharapkan menumbuhkan semangat, memperkuat jati diri kota dan seluruh warganya serta mengundang masuknya investasi di ‘Kota Gadis’ ini.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto dalam Forum Koordinasi Kehumasan dan Jumpa Pers ‘Sosialisasi City Branding Kota Madiun’ di Wisma Haji Kota Madiun, Kamis (18/1/2018). Dikatakan Walikota, hadirnya semboyan Kota Karismatik Madiun buknlah hal yang tiba-tiba. Sebelumnya telah ada perenungan, diskusi sampai pada konsultasi dengan akademisi, yaitu dari Unibraw Malang.

“Kita sudah memili branding atau merek bagi kota kita. Branding yang mengandung makna historis (kesejarahan) dan filosofis dengan ada simbol-simbol serta ada lagu yang berkarakter. Hal ini menggambarkan harapan kita semua,” ungkap Walikota.

Di hadapan para jurnalis, pelaku usaha, pebisnis pariwisata, para anggota tim penggerak PKK serta para kepala OPD, Walikota berharap city branding seluruh pihak turut mempromosikan salah satu bentuk jati diri Kota Madiun ini.

“Denga promosi yang sama-sama dilakukan akan menjadikan Kota Madiun tidak hanya ada di peta di Jawa Timur, tapi juga harus masuk ke usaha dan industri nasional, regional Asia bahkan internasional. Ini jadi penting sebab dengan city branding akan diketahui potensi Kota Madiun. Harapannya siapapun akan tertarik dan bisa hadir langsung untuk terlibat dalam berbisnis. Ini akan memperkuat jati diri sebagai kota perdagangan, industri dan pendidikan atau ‘Kota Gadis’,” ungkap Walikota.

City branding oleh seluruh unsur diharapkan mampu membawa dampak positif bagi Kota Madiun. Di bidang pariwisata, misalnya, kehadiran identitas ini akan mengundang banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Yang tidak kalah penting adalah investasi yang diharapkan semakin bertumbuh,” ungkap Walikota. Sangat disadari, lanjut Walikota, Kota Madiun tidak memiliki sumbder daya alam (SDA) sehingga harus terus memperkuat hal-hal lain terutama di bidang jasa agar bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah-nya (PAD). Tercatat, pada 2009 PAD Kota Madiun adalah Rp26,7 miliar dan terus tumbuh menjadi Rp283 miliar pada 2017 lalu. Hal ini perlu upaya terus menerus untuk memelihara dan mengembangkannya.

Konsultan City Branding Kota Madiun dari Unibraw Malang, Aji Prasetyo menerangkan, hadirnya logo city branding Kota Madiun telah melewati pembahasan yang cukup mendalam. Di mana ikon-ikon, warna, bentuk huruf hingga kata-kata yang dipilih telah melalui kajian akademis dan dialtektika yang cukup panjang.

Ikon yang hadir diterangkan Aji sebagai ikon dari integrasi berbagai simbol mulai dari sesosok harimau yang menggambarkan keberanian dan kepercayaan diri, tanduk banteng yang menggambarkan sikap tenang namun defensif atau terhadap problematika yang ada. Dua ikon fauna yang karismatik Terdapat pula pola gerakan pencak silat serta kilatan api yang menggambarkan semangat.

Warna yang dihadirkan, yaitu hitam, oranye, kuning, hijau dan hijau muda merupakan paduan warna-warna yang mewakili semangat baru masyarakat Madiun.

“Logo ini akan menjadi pengingat bahwa Kota Madiun memiliki karisma, seperti pendahulunya, Sentot Prawiro Dirjo, salah satu panglima perang Pengeran Diponegoro yang gigih memimpin perlawanan terhadap penjajah dalam usianya yang baru 17 tahun. Dialah ‘harimau’ asal Madiun,” urai Aji sambil menyebut Sentot sebagai harimau asal Madiun.

City branding ini diharapkan memberikan citra atau imej baru yang positif dan inspiratif bagi Kota Madiun dan lepas dari stigma buruk selama ini yaitu sebagai ‘daerah merah’.

Di tengah acara, juga dihadirkan lagu Madiun Nyaman dan Damai yang dinyanyikan langsung oleh pelantunnya Daniel ‘Gemintang Kirana’. Juga diuraikan makna dari lagu tersebut. Bahkan diakhir acara, seluruh peserta, termasuk Walikota dan Sekdakot Madiun Maidi turut menyanyikan lagu diiringi petikan gitar Daniel.(nurdiono,dey/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Page 5 of 12« First...34567...10...Last »




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link