Select Page

Madiun – Sebagai mitra kerja, DPRD Kota madiun harus sejalan dengan pemerintah kota madiun demi mewujudkan kota madiun menjadi kota yg maju dan sejahtera masyarakatnya.

Pemkot. Madiun mempunyai kewajiban melalui Kepala Daerahnya untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahunan kepada DPRD.

Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD Kota Madiun menggelar acara Penyampaian LKPJ Pemkot. Madiun, pada hari ini, jumat (13/3), di gedung rapat Dprd kota madiun jl. Perintis Kemerdekaan Madiun yang terbuka untuk umum.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Segenap wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Madiun yang hadir 27 dari 30 anggota forkopimda Kota Madiun, perwakilan Yonif 501 Linud Bajra Yudha, Perwakilan detasemen polisi militer, Kepala OPD Pemkod Madiun, Pimpinan parpol di Kota Madiun, Ketua LSM di Kota Madiun dan Perwakilan dari mahasiswa-mahasiswa Madiun.

Pada LKPJ Kepala Daerah Kota Madiun tahun 2016 kepada DPRD Kota Madiun ini, langsung disampaikan oleh Wakil Wali kota Sugeng Rismiyanto.

Sugeng menyampaikan mengenai realisasi capaian indikator makro pembangunan yang meliputi indeks pembangunan manusia (IPM) yang mengalami peningkatan dari tahun 2015.

Nilai IPM Kota Madiun merupakan yang tertinggi di wilayah eks karisidenan Madiun dan diatas nilai IPM Provinsi Jawa Timur, presentase jumlah penduduk miskin di Kota Madiun turun.

Lebih lanjut, Pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama Pemkot madiun, tingkat pengangguran terbuka di Kota Madiun menurun dari 6,31% pada tahun 2015 menjadi 5,10% pada tahun 2016, laju pertumbuhan ekonomi berdasarkan data BPS Kota Madiun pada tahun 2016 sebesar 5,45%.

Sugeng dalam laporan LKPJnya, juga menyampaika bahwa untuk memudahkan dalam menyampaikan capaian kinerja dikelompokkan menurut urusan kewenangan yang terdiri dari urusan pendidikan, urusan kesehatan, urusan lingkungan hidup, urusan pekerjaan umum, urusan tata ruang, urusan perencanaan pembangunan, urusan perumahan, urusan kepemudaan dan olah raga, urusan penanaman modal, urusan koperasi dan UKM, urusan kependudukan dan catatan sipil, urusan ketenagakerjaan, urusan ketahanan pangan, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, urusan perhubungan, urusan komunikasi dan informatika, urusan pertahanan, urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, urusan otonomi daerah, urusan pemberdayaan masyarakat, urusan sosial, urusan budaya, urusan statistik, urusan kearsipan, urusan perpustakaan, urusan pertanian, urusan kelautan dan perikanan, urusan kehutanan, urusan energi dan sumber daya mineral, urusan perindustrian, urusan perdagangan.

“Keberhasilan di Kota Madiun saat ini merupakan refleksi dari kesungguhan dan keseriusan semua pihak”, tutur Sugeng.

Hingga di masa mendatang perwujudan visi dan misi Kota Madiun dapat lebih berkwalitas untuk mewujudkan Kota Madiun yg maju dan sejahtera. Ini dibuktikan dengan apresiasi dan penghargaan berbagai bidang dari pemerintah pusat antara lain penghargaan peringkat ke 5 tingkat nasional prestasi kinerja dengan predikat sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, adipura, wajar tanpa pengecualian (WTP), anugerah kota Sehat 2016, anugerah manggala karya kencana 2016, nominasi anugerah parahita ekapraya (APE) tingjat nasional, tenaga kesehatan terbaik tingkat nasional, juara 1 lomba KB kesehatan tingkat nasional, bank sampah matahari kelurahan winongo top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2016 dari Kemenpan dan RB, juarav1 tingkat nasional PIK remaja/mahasiswa jalur masyarakat, juara 1 tingkat nasional lomba terbaik posyandu (kelurahan banjarejo).

Kurang lebih dari 40 menit Wawali membacakan laporan LKPJ kepala daerah Kota madiun 2016 kepada DPRD Kota Madiun yang kemudian diserahkan kepada Ketua Dewan, selanjutnya Ketua Dewan menunjuk pembentukan panitia khusus (PANSUS) DPRD yang anggotanya dari perwakilan fraksi-fraksi yang ada di DPR dan nantinya akan dibahas dalam rapat paripurna terbatas yang hasilnya disampaikan dalam bentuk rekomendasi yang akan disampaikan di rapat paripurna selanjutnya. (Kmf)