Select Page

Madiun – Kota Madiun patut berbangga hati, pasalnya salah satu generasi muda Kota Madiun telah berhasil meraih penghargaan pada Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional Daiva Kamajaya, Siswa kelas 8 SMPN 1 Kota Madiun telah berhasil menjadi Dalang Bocah kategori Penyaji Terbaik pada Festival Dalang Bocah Nasional yang digelar tanggal 21 sampai 23 september 2017 di Candi Bentar Kompleks TMII Jakarta.

Untuk diketahui Festival Dalang Bocah yang diselenggarakan oleh PEPADI Pusat dan berkerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kementrian Kebudayaan ini dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, kemudian tingkat provinsi dan yang teratas tingkat nasional.

Pada festival yang diikuti oleh 29 peserta yang merupakan perwakilan dari masing – masing provinsi ini memperebutkan predikat sebagai Dalang Mumpuni untuk 1 anak dan predikat Dalang Penyaji Terbaik untuk 5 anak.

Dewanto, Kepala Seksi Pengelolaan dan Kepariwisataan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga menuturkan bahwa Daiva dalam kesehariannya berlatih mendalang dirumah dengan didampingi pembimbingnya Ki Supriyono serta dengan dirinya.

“Untuk Festival Dalang Bocah tingkat Nasional ini, Daiva dilatih oleh DISBUDPARPORA yang berkerjasama dengan mahasiswa ISI Surakarta,” Ungkap Dewanto yang juga merupakan ayah dari Daiva.

Pada penampilan kemarin Daiva menampilkan Lakon Babad Wanamerta, dan berhasil meraih penghargaan bersama dengan dalang dari Kabupaten Subang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kota Madiun dan Kota Yogyakarta.

Bicara tentang pembinaan, Dewanto menambahkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Madiun terus melakukan pembinaan kepada generasi muda untuk mencari bibit unggul. Salah satunya melalui Lomba Dalang Anak dan Remaja yang rutin diselenggarakan tiap tahun, serta pembinaan dalam bentuk bintek dan pengarahan.

Dalam pelaksanaannya ketika pentas, Dewanto bercerita bahwa perlu adanya koordinasi antara Dalang dengan Pengrawit untuk menselaraskan iringan dengan cerita yang akan dibawakan oleh dalang.

“Untuk tampil di Festival kemarin Daiva membutuhkan 4 kali latihan bersama pengrawit sebelum tampil,” tuturnya.

Keberhasilan Daiva ini semakin memupuk optimisme dalam melestarikan dan menanamkan nilai budaya pada generasi muda khususnya, sehingga Dewanto berharap kedepan adanya kerjasama lintas sektoral dalam melestarikan budaya, khususnya budaya Jawa.

“Keinginan saya, seni wayang dapat masuk kedalam mata pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” tandasnya.

Dalam Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional, yang bertindak sebagai juri adalah para dalang yang sekaligus Dosen ISI di Surakarta, Banyumas dan Jakarta. Daiva berangkat bersama guru pendamping, perwakilan dari DISBUDPARPORA, dan tim pengrawit yang sekaligus sebagai pengiring pada penampilan Daiva di pentas. (kmf)