Select Page

Madiun – Maraknya keluhan dan laporan dari masyarakat melalui media sosial tentang penarikan retribusi parkir yang tidak sesuai dengan Perda membuat sejumlah petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Madiun, Satpol PP, denpom, dan Satlantas Polres Madiun turun tangan melakukan opsi Jukir (Juru Parkir) disejumlah ruas jalan kota Madiun, dimana salah satunya jalan Panglima Sudirman tadi malam (28/09).

Anshar Rasyidi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun mengatakan pembinaan dan pengarahan terhadap para jukir sebenarnya sering dilakukan, tetapi pada kenyataannya banyak para jukir yang melakukan pelanggaran. “Sebenarnya ketentuan tarif parkir sudah diatur dalam Perda no 25 tahun 2011 dimana untuk sepeda motor senilai Rp. 500, tetapi pada kenyataannya Jukir sering menarik tarif Rp. 1.000 bahkan lebih,” tuturnya.

Sementara itu, Dedi Purnomo, Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan mengatakan pelaksaan opsi ini disamping penertiban dalam penarikan karcis parkir juga untuk penertiban rambu rambu lalu lintas diantaranya rambu dilarang parker, yang pada praktek di lapangan diperbolehkan parker. Selama opsi berlangsung, banyak ditemukan kendaraan roda dua yang parkir diatas trotoar yang seharusnya berfungsi untuk pejalan kaki. Menindaklanjutinya, petugas opsi dengan sopan meminta warga yang memarkir kendaraannya di atas trotoar untuk dapat memindahkan di tepi jalan. (kmf)