Select Page

Madiun – Salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kota Madiun untuk masyarakatnya terutama dari golongan yang tidak mampu adalah dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH), Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Beras Sejahtera (Rastra) maupun jambanisasi. Hingga saat ini program – program tersebut diatas terus dilaksanakan serta dilakukan pemuktahiran data, agar yang berhak menerima bantuan tepat sasaran.

Program PKH yang merupakan program dari Kementrian Sosial RI melalui pemberian uang non tunai kepada rumah tangga sangat miskin yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui dan memiliki anak balita atau anak usia sekolah.

Sementara untuk program RTLH dan jambanisasi, Pemkot Madiun dari tahun 2009 hingga tahun 2018 nanti tetap menjadikan program ini sebagai skala prioritas pembangunan infrastruktur di Kota Madiun.

Setiap keluarga atau rumah tangga yang memerlukan program RTLH maupun jambanisasi diusulkan melalui musrenbang yang dilaksanakan secara bertingkat dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota Madiun dan selain itu untuk juga dilakukan survey untuk melihat kondisi sebenarnya calon penerima bantuan. Selain bantuan program untuk masyarakat tidak mampu ini, Pemkot Madiun juga mempersiapkan warganya melalui pembinaan dan pelatihan kewirausahaan, yang ditujukan agar masyarakat penerima bantuan tersebut dapat lebih mandiri tanpa tergantung pada bantuan yang diberikan.

Desi Ariyanti, salah satu warga dari Kelurahan Manguharjo saat dikonfirmasi mengenai program PKH yang diterimanya menyampaikan PKH yang diterimanya ada yang berupa sembako dan ada yang dalam bentuk uang tunai. Untuk uang tunai, diterima setiap 3 bulan sekali dengan besaran 500 ribu yang ditujukan untuk dana pendidikan anak sekolah.

“Alhamdulillah ada keringanan untuk biaya anak sekolah, buat beli sepatu, buat beli perlengkapan anak sekolah, kalau sembako buat kesenambungan,” tuturnya. Lebih lanjut, sekali lagi Desi mengucapkan syukur dengan adanya PKH ini. “Alhamdulillah dengan adanya PKH ini terbantu sekali, apalagi dengan keadaan perekonomian saat ini yang agak tinggi biaya hidupnya.” Ucap Desi. Desi juga menyampaikan harapannya agar bantuan PKH terutama untuk anak sekolah dapat ditingkatkan lagi.

Untuk diinformasikan, pagi tadi Kamis (28/9), di Kelurahan Manguharjo tepatnya Jalan Gajahmada, gang Palapa, Pemkot Madiun melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, tim Tagana melakukan bersih-bersih salah satu rumah warga dalam rangka kepedulian terhadap rakyat tidak mampu.

Selain membersihkan lingkungan rumah tersebut agar layak untuk dihuni dan nyaman ditempati, tim juga memberikan bantuan misalnya keperluan bayi dan anak, selimut, maupun pemasangan lantai keramik.

Salah satu pendamping penerima PKH yang rumahnya dibersihkan tersebut, Rohmad Faid, menyampaikan tugasny untuk mendampingi KPM (penerima PKH) agar tidak terlewatkan untuk menerima PKH.

Diutarakan olehnya bahwa setiap sebulan sekali dilakukan pertemuan kelompok yang wajib diikuti oleh KPM, dimana merupakan wadah sharing untuk melihat apakan KPM tersebut memiliki permasalahan atau tidak.

“Seperti saat ini, kesulitan ekonomi yang menjad

i permasalahannya, nantinya akan kita berikan arahan dan solusinya gimana,” tuturnya.

Dia mencontohkan Bu Sri Lestari ini, yang saat ini rumahnya sedang dibersihkan, kunjungan terakhir sudah dilakukan satu bulan yang lalu, dimana kita sudah menanyakan bagaimana perkembangan sekolah anaknya dan pada saat itu tidak terjadi permasalahan. Ini juga dila

kukan kepada PKM yang lainnya.

“Di PKH ada rumah pintar, untuk peserta pkh, dimana ada pelatihan masak, tataboga, yang ditujukan agar bisa mandiri secara kreatif. Tapi saat ini masih dilaksanakan bertahap,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Heri Suwartono, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, menyampaikan peserta PKH, PBNT, Rastra, RTLH maupun Jambanisasi akan mendapatkan bantuan pelatihan keterampilan untuk bekalnya berwira

usaha.

“Penerima bantuan akan dibina dengan kader – kader kita di masyarakat, ingin berwirausaha apa? dan selanjutnya kami akan terus mendampingi sampai yang bersangkutan bisa mandiri,” tandasnya/ (kmf)