Select Page

Madiun – Mewujudkan visi misi Kota Madiun yakni lebih maju dan sejahtera diperlukan partisipasi semua elemen masyarakat, baik perempuan maupun pria. Menindaklanjutinya Pemkot Madiun melalui Dinas Sosial Pemerdayanaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan Kegiatan Sosialisasi Kesetaraan Gender di Gedung Diklat Kota Madiun, hari ini Kamis, (7/9). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang problematika gender yang berupa pengaruh kesamaan gender dan keadilan gender sehingga nantinya dapat melaksanakan peran, fungsi dan tanggung jawab masing- masing didalam upaya meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto saat membuka acara menyampaikan kepada agar program-program dari Pemkot Madiun juga adanya keberpihakan kepada perempuan. “Saya ingin program-program (Pemkot Madiun) berpihak kepada perempuan.” tuturnya dihadapan peserta sosialisasi sebanyak 300 orang diantaranya dari unsur DPRD, Ketua LPMK, PPP, OPD, PKK, DW (Dharma Wanita), LSM, GOW (Gabungan Organisasi Wanita)

Selain itu Walikota mengajak semua pihak untuk memberikan ruang kepada perempuan untuk menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawab masing-masing. “Kita semua harus membuka diri untuk memberikan kesempatan pemberdayaan kepada kaum perempuan pada semua lini,” ujar Sugeng.

Terjadinya kesetaraan gender terjadi karena rekayasa manusia atau rekayasa sosial, tetapi pemerintah memberikan jaminan kesetaraan dalam ekonomi, hukum, penyelenggaraan negara, maupun penyelenggaraan masyarakat. “Kesetaraan gender dimaksud posisi subyek hukum didalam penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan kemasyarakatan mempunyai hak yang sama.”tekan Walikota. Namun perlu diingat dibalik tanggung jawab perempuan ketika menjabat jabatan publik maupun dalam suatu kelembagaan tertentu, tidak bisa lepas tanggung jawabnya sebagai ibu maupun istri dalam keluarga. (kmf)