Select Page

Madiun – Untuk membangun masyarakat yang berkarakter, terlebih dahulu dibangun keluarga yang kokoh dan kuat dengan ikatan suatu perkawinan.

Menindak lanjutinya, Pemkot Madiun melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan nikah masal yang akad nikah dilaksanakan pada hari Senin (4/9) kemarin di masing-masing KUA peserta sedangkan untuk resepsi nikah masal dilaksankan hari ini, Selasa (5/9) bertempat di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Manguharjo.Suasana senang, haru dan bahagia tampak jelas terlihat dari 12 pasang pengantin yang terdiri dari wilayah Kecamatan Mahuharjo 5 pasang, wilayah Kecamatan Kartoharjo 3 pasang wilayah Taman 4 pasang beserta keluarga yang juga diperkenankan untuk mengikuti upacara temu manten.

Acara yang diawali dengan temu manten secara adat jawa ini diterima langsung oleh Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto bersama ibu Ismah Sugeng Rismiyanto sebagai pendamping pengantin putri Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi beserta Ibu Yuni Maidi bertindak sebagai pendamping pengantin putra.

Kegiatan Nikah Masal adalah kegiatan rutin setiap tahun diselenggarakan oleh Pemkot Madiun, selain itu sebelumnya juga sudah dilaksanakan sunatan masal oleh Pemkot Madiun untuk masyarakat Kota Madiun sebagai bentuk kepedulian dari Pemkot Madiun untuk warganya.

”Kegiatan ini merupakan hak dari masyarakat Kota Madiun yang membutuhkan uluran dan kepedulian Pemerintah Kota Madiun.” kata Walikota saat menyampaikan sambutan dihadapan undangan diantaranya Kepala OPD se-Kota Madiun, Lurah se-Kota Madiun dan keluarga pengantin. “Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah dan selamat menempuh hidup baru setelah pernikahan ini,” Harapnya.

Berdasarkan laporannya Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, Heri Suwartono menyampaikan bahwa jatah nikah masal dari Pemkot Madiun sebenarnya ada 16 sampai 20 pasang pengantin dan sesuai pendaftaran 14 pasang, namun ada 2 pasang calon pengantin sebelum dinikahkan mengurungkan niatnya untuk mengikuti nikah masal. “2 pasang calon pengantin yang membatalkan mungjinsuaminya belum siap, mungkin tahun depan.” lapornya disambut tawa tamu undangan.

Kegiatan nikah masal ini sebagai wadah bagi masyarakat yang kurang mampu untuk melakukan pernikahan secara adat maupun aturan agama dan pemerintah, sehingga mendapatkan legalitas dari negara. Harapan dari Pemkot Madiun dari diselenggarakannya acara ini adalah meningkatkan kesejaheraan keluarga agar pembangunan disektor lain bisa berjalan dan untuk mengurangi permasalahan sosial dilingkungan masyarakat Kota Madiun. (Kmf)