Select Page

Madiun – Dalam mewujudkan kinerja yang maksimal dan profesional dari Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dibutuhkan peningkatan kesejahteraannya. Menindaklanjutinya, kemarin senin (28/08) dilaksanakan pemaparan tunjangan ASN oleh Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Sekretaris Daerah Maidi, Konsultan Laboratorium pengembangan manajemen dan bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Nuri, serta Tim 13 yang merupakan gabungan beberapa pihak yang menyusun tunjangan ASN tahun 2017.

“Untuk Kota Madiun (ASN-red) sudah jelas akan mendapatkan tunjangan ASN atau remonerasi serta sudah membentuk tim. Tentu saja harapan besarnya adalah bisa terealisasi. ini adalah suatu semangat yang ada di Pemerintah Kota Madiun, namun demikian mulai sekarang ASN harus menunjukkan kinerja secara maksimal dengan mengacu pada Peraturan Daerah 18 tahun 2017.” Kata Sugeng,

Lebih lanjut, Sugeng percaya bahwa indikator yang di gunakan harus jelas untuk dapat menghitung point atas suatu pekerjaan itu bagus atau tidaknya dan harus memiliki dasar.

“Kami tidak ingin bahwa pekerjaan kita bagus tetapi diterima jelek oleh masyarakat, setiap permasalahan harus ada pemecahannya,” Tuturnya.

Sementara itu, Nuri menerangkan bahwa ada serangkaian kegiatan dalam merealisasikan penyusunan tunjangan ASN ini diantaranya untuk melihat job greading diperlukan job value dan job analisis untuk melihat beban kerja tinggi sampai yang terendah serta mengacu Permenpan dan kemampuan dan keuangan daerah masing masing dalam pembiayaan nya.

“Kita bekerja untuk mendapat keadilan, artinya dimana yang bekerja baik dan maksimal akan mendapat yang setimpal,” Ungkap Maidi, Sekretaris Daerah Kota Madiun.