Select Page

Madiun – Dengan dilantiknya Sugeng Rismiyanto sebagai Walikota Madiun dengan sisa masa jabatan 2014-2019 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada 21 Agustus kemarin secara tidak langsung akan terjadi kekosongan jabatan untuk posisi Wakil Walikota Madiun.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, partai pengusung mengajukan beberapa nama untuk diseleksi menjadi Wakil Walikota difinitif. Dan dari hasil seleksi ketat didapatkan 2 orang calon Wakil Walikota yaitu Armaya dan Muhamad Yamin.

Berdasarkan hal tersebut, kemarin senin (28/8), dilakukan pemilihan Wakil Walikota Madiun sisa masa jabatan 2014-2019 yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Madiun di Gedung DPRD Kota Madiun. Pemilihan dilaksanakan dengan menggunakan voting tertutup dan selama pelaksanaan sidang sudah 2 kali dilakukan skors selama 10 menit untuk menentukan sikap dan pandangan fraksi. Voting tertutup dilaksanakan oleh pimpinan DPRD bersama anggota yang seluruhnya berjumlah 30, dan didapat 23 suara untuk Armaya, 5 suara untuk Mohamad Yamin dan 1 suara dinyatakan tidak sah, sementara itu 1 orang anggota DPRD yang sudah meninggal belum ada penggantinya.

Dengan terpilihnya Armaya sebagai Wakil Walikota Madiun definitif, maka nantinya hasil tersebut akan diserahkan ke Mendagri melalui Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk dilantik sebagai Wakil Walikota Madiun dengan sisa masa jabatan 2014-2019.

Sugeng saat ditemui setelah acara mengatakan bahwa dengan adanya yang mengisi kekosongan posisi Wakil Walikota Madiun maka semua akan bekerja lebih fokus guna membangun Kota Madiun lebih maju dan sejahtera sesuai dengan visi misi BARIS Jilid II yang telah tertuang didalam RPJMD. “Tidak ada program yang baru. Kami nanti akan lebih fokus mempercepat pembangunan sesuai dengan visi dan misi kami yang telah tertuang didalam RPJMD.” tekannya.
Sebagai calon Wakil Walikota terpilih dengan sisa masa jabatan sampai 2019, Armaya akan lebih fokus bekerja sesuai dengan arahan Walikota.

“Saya nunggu arahan walikota. Tetapi saya siap mengawal program, visi dan misi wali kota sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah,” ujarnya. (kmf)