Select Page

Madiun – Saat ini BPJS Ketenagakerjaan cabang Madiun telah memiliki gedung kantor sendiri, sehingga akan memudahkan bagi masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya yang memerlukan pelayanannya.

Lokasi kantor baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun terletak di pinggir jalan raya yang mudah diakses oleh angkutan umum, tepatnya di Jalan DI. Panjaitan nomor 10 Kota Madiun, Gedung berlantai dua tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, hari ini, Rabu (10/8) jam 11.15. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama prasasti antara Sugeng Rismiyanto dan Agus Susanto dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga melati dan pelepasan balon ke udara.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 250 orang undangan dan 9 orang VVIP termasuk forkopimda dan para kepala daerah se-eks karisidenan Madiun atau yang mewakili, kepala kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Abdul Cholik, serta perwakilan bank resepsi iuran BPJS Ketenagakerjaan dan perwakilan serikat kerja perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Peresmian dibuka dengan tari kreasi baru “Asmaradana” yang begitu memukau undangan dan dilanjutkan dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Kepala Kemenag Kota Madiun, M. Amir Sholehuddin, diteruskan dengan sambutan dari Kepala Cabang BPJS Madiun, Edy Suryono. Edy mengucapkan sukur alhamdulillah, atas gedung baru kantor cabang Madiun yang telah berdiri megah. Berdiri di atas tanah seluas 2066 meter persegi dengan luas bangunan 778 meter persegi, yang dibangun dalam waktu 6 bulan, dari tanggal 6 Desember 2016 sampai dengan 21 Juni 2017.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, membawahi 6 wilayah kerja yang meliputi kabupaten/kota di eks karisidenan Madiun, dan untuk lebih meningkatkan pelayanan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun didukung oleh 3 kantor cabang perintis yang ada di Ngawi, Ponorogo dan Pacitan.

Sebagai bentuk implementasi program Dirut BPJS Ketenagakerjaan, kantor cabang Madiun memiliki penggerak jaminan sosial Indonesia yang disebut “perisai” yang didukung oleh para kepala daerah, yang nantinya akan sampai level RT, yang berfungsi mengedukasi, sosialisasi, konsultasi serta mengapresiasi peserta. “Dan yang lebih penting lagi dari keberadaan gedung baru ini adalah memberikan kenyamanan kepada para peserta sehingga lebih representatif,” kata Edy.

Edy juga menambahkan, bahwa selama tahun 2016 kemarin, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun telah memberikan santunan sebanyak 13.182 kasus dengan jumlah santunan 81.673.393.639 rupiah. Sedangkan untuk tahun 2017, Januari sampai dengan Juni, JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) 125 kasus, santunan yang dibayarkan 1.715.377.775 rupiah, JKM (Jaminan Kematian) 58 kasus, 1.199.400.000 rupiah, JHT (Jaminan Hari Tua) 4.776 kasus, 35.346.666.616 rupiah, dan JP (Jaminan Pensiun) 158 kasus, 212.132.174 rupiah.

“Dapat juga saya laporkan, bahwa jumlah peserta di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, 4.136 perusahaan yang didominasi usaha kecil dengan jumlah pekerja 63.605 orang baik penerima upah maupun tidak penerima upah, oleh karena itu mohon dukungan dari kepala daerah supaya program kami bisa berjalan dengan baik, mudah-mudahan dengan adanya gedung baru ini, kerja kami lebih semangat, profesional dan menunjukkan hasil yang lebih baik, sehingga dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada peserta,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, dalam sambutannya mengatakan, bahwa ada 2 BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, yang lahir dari undang-undang sebagai badan hukum publik, hasil transformasi BUMN yang bernama Askes dan Jamsostek. Dua badan hukum publik ini bertanggungjawab langsung kepada presiden untuk menyelenggarakan program-program negara.

BPJS Ketenagakerjaan sesuai undang-undang, menjalankan 4 program, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun. “Sebagai badan hukum publik, kami tidak mencari untung, bapak ibu, jadi rekan-rekan saya yang nanti merepotkan bapak ibu, mohon dibantu, karena mereka tidak mencari untung, tetapi dalam rangka menjalankan tugas negara kita tercinta,” pinta Agus, yang pernah lama berkarir di Bank Cimb Niaga.

Agus juga menambahkan, bahwa BPJS Ketenagakerjaan sekarang ini mengelola dana yang besarnya mendekati 300 triliun, jumlah peserta mendekati 48 juta, dengan peserta aktif 23,8 juta, dimana hasil pengelolaan dana ini dikembalikan kembali kepada pekerja. Agus sekali lagi juga menekankan, bahwa pihaknya tidak menjual asuransi, tetapi memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan juga baru saja mendapatkan amanah untuk menangani saudara-saudara kita, TKI (Tenaga Kerja Indonesia), sejak 1 Agustus kemarin, yaitu menangani jaminan sosial tenaga kerja TKI, ada 3 program, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua (Tabungan Hari Tua). Kalau ada TKI di luar negeri meninggal, apapun sebabnya, akan kita berikan santunan kepada keluarganya. Kalau TKI itu punya anak, maka anaknya akan kita berikan beasiswa sampai sarjana, kalau maunya kursus atau training, kita kasih biaya kursus atau trainingnya,” tambah Agus.

Selain program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat lain, seperti potongan harga bekerja sama dengan merchant-merchant tertentu, ada juga fasilitas kredit perumahan, kredit renovasi rumah, dan uang muka pembelian rumah.

“Kami mohon dukungan kerjasama dari bapak-bapak sekalian sebagai pemegang amanah kewenangan wilayah di sekitar Madiun, kami titip rekan-rekan kami pak, yang bekerja di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, mari kita sama-sama berkolaborasi bersinergi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah Madiun dan sekitarnya,” harap Agus mengakhiri sambutannya.

Wawali Sugeng Rismiyanto, yang mendapat kesempatan terakhir memberikan sambutan, mengajak semua pihak, baik itu pemda, BPJS Ketenagakerjaan, kepada semua yang memiliki hubungan langsung, perusahaan, pengelola yang memiliki tenaga kerja, untuk melaksanakan tanggungjawab masing-masing.

“Kepada BPJS, sampaikan dulu hak-haknya, jangan kewajibannya dulu yang disampaikan, biasanya orang kalau tahu hak-haknya dulu akan senang, sehingga diharapkan peserta BPJS Ketenagakerjaan akan semakin banyak,” saran Sugeng.

Sugeng juga berharap, jangan sampai terjadi kecelakaan kerja, meskipun sudah ada jaminan sosial tenaga kerja, karena sebenarnya tidak ada orang yang ingin celaka. Selesai sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, pemotongan untaian bunga melati, peninjauan ruangan dalam gedung, dan makan siang bersama.(kmf)