Select Page

Madiun – Minimnya Sumber Daya Alam (SDA) di Kota Madiun menuntut Pemerintah Kota Madiun untuk membangun masyarakatnya dengan memberikan fasilitas pendidikan, kesehatan serta fasilitas yang lain. Salah satunya dengan memberikan wawasan dan pemahaman akan narkoba yang bertujuan membekali generasi muda tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba.

500 pelajar perwakilan dari SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta, serta perwakilan mahasiswa dari universitas yang ada di Kota Madiun mengikuti Pembinaan Generasi Muda/Pelajar sekaligus juga mengundang Anggota PKK yang membahas Penyalahgunaan Narkoba dengan tema “Bebas Narkoba Masyarakat Sejahtera” oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Madiun.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 9 Agustus, hari ini dengan peserta dari pelajar dan besok kamis 10 Agustus dengan peserta 300 orang dari anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kota Madiun, TP PKK Kecamatan, dan TP PKK Kelurahan dan kesemuanya diselenggarakan di Asrama Haji Kota Madiun. Generasi Muda sebagai penerus pembangunan diharapkan mempunyai kepribadian dan berkarakter untuk mengisi pembangunan serta menjadi pemimpin masa depan. “Pelajar adalah generasi yang nantinya diharapakan menjadi generasi kuat, tangguh, trengginas , smart dan semoga menjadi pemimpin untuk generasi yang akan datang.”papar Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto.

Pelajar dan mahasiswa dari Kota Madiun sudah diberikan fasilitas lebih dari pelajar daerah lain, oleh karenanya Pemkot Madiun berharap kepada generasi muda agar tidak terpengaruh efek negatife dari budaya luar salah satunya narkoba. Dan harus dimulai saat ini karena efek dari narkoba sangat berbahaya. “Kalau (generasi muda) tidak berjuang (melawan narkoba) mulai dari sekarang, kapan lagi?” tanyanya.

Sementara itu peran serta PKK dalam mengisi pembangunan di Kota Madiun sangat diperlukan, sehingga dengan diberikannya wawasan tentang narkoba diharapkan mampu memberikan informasi mengenai narkoba kepada keluarga pada khususnya dan lingkungan masyarakat pada umumnya. Sehingga tujuan dari diselenggarakan kegiatan soal bahaya narkoba tersampaikan. ”Ibu-ibu PKK sangat berperan untuk memberikan informasi terutama di dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.”pesan Sugeng.

Narasumber yang dihadirkan untuk menyampaikan materi kegiatan ini diantaranya perwakilan BNN Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, Kepada Dinas Kesehatan Kota Madiun, dr. Agung Sulistya Wardani sedangkan tamu yang hadir dalam acara pembukaan yakni Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Kepala OPD se-Kota Madiun, Wakil Ketua I Penggerak PKK Kota Madiun Ibu Ismah Rismiyanto, Wakil Ketua II Yuni Maidi. (kmf)