Select Page


Madiun – Menindaklanjuti pencanangan Kampanye Imunisasi Measles-Rubella (MR) yang dilaksanakan di MTs Negeri 10 Sleman,Ngaglik Kabupaten Sleman, Yogyakarta, oleh Presiden Joko Widodo awal agustus kemarin, Pemerintah Kota Madiun melaksanakan Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Kota Madiun dengan tema Sukseskan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubell (MR) Menuju Kota Madiun Bebas Campak-Rubella. Acara ini dihadiri Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto dan Forkopimda Kota Madiun diantaranya Kapolresta Madiun, Sonny Mahar Budi Adityawan, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Kepala Pengadilan Negeri, Perwakilan Kodim, Polisi Militer dan Kejaksaan, Kepala OPD terkait dan perwakilan dari OPD. Hadir juga pengurus PKK Kota Madiun.

Campak-Rubella disebabkan oleh virus yang sangat berbahaya dan sangat mudah menyebar. Penularan penyakit yang disebabkan oleh virus ini dari air liur dan udara yang dikeluarkan penderita. Untuk mencegahnya dengan pemberian imunisasi MR dilakukan dengan interval atau jarak pemberian minimal 6 bulan setelah pemberian imunisasi dasar campak (pada saat anak berusia 9 bulan). Di Kota Madiun anak umur 9 bulan sampai dengan 15 tahun ada ±48ribu anak yang harus diimunisasi. Sugeng Rismiyanto mengajak semua pihak untuk mensukseskan Kota Madiun bebas Campak-Rubella.

“Perlu dukungan dari semua pihak, termasuk dari Pemkot Madiun dan semua instansi yang ada di Kota Madiun agar Kota Madiun bebas Campak-Rubella.” tegasnya.

Penghargaan Kota Sehat dan Kota Layak Anak dari Presiden dan Kemeterian telah diperoleh Kota Madiun, sebagai tindaklanjutnya untuk mengetahui secara langsung kesehatan masyarakat Kota Madiun, Pemkot Madiun akan mengadakan survey kesehatan.

“Kami mohon menginformasikan tentang survey kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Kesehatan.” ujar Wawali.

Sebagai Kota Sehat, Sugeng ingin masyarakat Kota Madiun sehat semua, dan akan lebih baik kalau generasi selanjutnya lebih sehat.

“Kita semua juga ingin sehat, tetapi membangun generasi yang akan datang untuk lebih sehat berawal dari komitmen.” Pungkasnya.

Imunisasi RM akan dilaksanakan di fasilitas kesehatan Kota Madiun pada bulan Agustus sampai dengan September. Dan untuk lebih spsesifik, imunisasi akan dilaksanakan disekolahan, PAUD, SD, SMP. Dalam acara yang diselenggarakan di Wisma Haji Kota Madiun juga diserahkan secara simbolis Kartu Petugas Survey Keluarga Sehat dan mengkampanyekan perang terhadap virus RM dengan menandatangai Komitmen Kampanye MR oleh Pejabat Forkopimda Kota Madiun. Secara simbolis juga dilaksanakan imunisasai langsung kepada anak serta pemukulan Gong oleh Wawali.

Selain mengkampanyekan Imunisasi MR, Pemkot Madiun juga menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah warga yang mengikuti Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) kepada 50 warga yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Di Kota Madiun ada 1754 bidang tanah, dan yang sudah diukur ±1400, serta yang bersertifikat sudah ±600 bidang tanah. (Kmf)