Select Page

Madiun – Musibah kebakaran, acap kali terlambat penanganannya karena masyarakat terlalu mengandalkan datangnya pasukan pemadam kebakaran (damkar) tanpa mengetahui hal apa yang sebenarnya bisa mereka lakukan untuk mencegah api membesar lebih jauh.

Dari kasus-kasus kebakaran yang terjadi, dapat disimpulkan, bahwa peran serta dan kesadaran masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran sangatlah penting. Untuk membekali masyarakat pengetahuan tentang kebakaran baik itu cara pencegahan, penanggulangan, maupun evakuasi kebakaran, pemadam kebakaran Kota Madiun yang mulai tahun 2017 ini berada di bawah naungan Satpol PP Kota Madiun, mengadakan Kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Tahun 2017 yang diadakan di Aula Kelurahan Pilangbango, hari ini Senin (7/8).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, Kasatpol PP Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono, dan diikuti oleh 200 orang peserta dari linmas (perlindungan masyarakat) kelurahan, kecamatan dan satpol PP sendiri. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dari kegiatan ini, peserta dapat menularkan ilmu dan ketrampilan kebakaran kepada masyarakat lainnya.

Sunardi, dalam laporan kegiatannya, menyampaikan, bahwa dengan kegiatan ini, diharapkan kemampuan linmas, dalam fungsinya sebagai pelindung masyarakat, dapat meningkat, terutama dalam kemampuannya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran, sehingga kejadian kebakaran dapat dicegah dan ditekan seminimal mungkin, tanpa harus menunggu datangnya pasukan pemadam kebakaran yang memerlukan waktu untuk datang ke lokasi kebakaran. Selain itu diharapkan, linmas yang mengikuti pembekalan dan pelatihan dapat menularkan ilmu yang didapat dari kegiatan ini kepada masyarakat lainnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Madiun mengatakan peran serta dan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran jauh lebih penting, kehadiran alat pemadam tidak akan berarti kalau kesadaran masyarakat belum baik, semoga dengan diadakannya kegiatan ini, kebakaran yang terjadi karena faktor alam dan juga karena manusia di kota Madiun dapat ditekan menjadi nol.

Acara diisi dengan penyampaian 3 materi, Maidi, sebagai narasumber pertama, menyampaikan program pemerintah kota Madiun di bidang penanggulangan bencana. Untuk antisipasi bencana banjir, di tahun ini ada program pengadaan pompa air baru sebagai peremajaan pompa air lama untuk meminimalkan genangan air ketika musim hujan. Demikian juga untuk pembersihan dan pengerukan sungai dangkal dianggarkan 3 milyar di bulan september, oktober, november tahun 2017, dan akan berlanjut di tahun 2018. “Manusia adalah makhluk sosial, hidupnya akan sempurna kalau banyak teman, masyarakat kota anaknya harus pintar, harus punya ilmu, orang yang hidupnya baik, hidupnya akan dijaga oleh ilmu yang dimiliki,” nasihat Maidi. Selain itu, Maidi menyoroti lebar jalan yang sempit, sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran menuju lokasi, oleh karena itu, Maidi menyarankan pengembang perumahan agar menyediakan akses jalan yang lebar. Apabila terjadi kebakaran masyarakat jangan berbondong-bondong menonton memenuhi badan jalan, karena juga akan menyulitkan mobil pemadam masuk lokasi.

Narasumber kedua, Suyanto, menyampaikan materi inti dari kegi

atan pembekalan dan pelatihan ini. Laki-laki yang lama berkarir di pemadam kebakaran kota Madiun ini, menyampaikan materi berkaitan dengan sebab kebakaran, segitiga api, jenis APAR (alat pemadam api ringan), bahan pengisi APAR, kelas kebakaran, cara penggunaan APAR, jenis-jenis hidran, pencegahan kebakaran dan prosedur evakuasi.

Sedangkan Sunardi Nurcahyono, sebagai narasumber ketiga, lebih menekankan pada pemberian motivasi pada peserta. Bahwa dengan ikut pembekalan dan pelatihan tersebut harus diniati ibadah, karena hasilnya bisa digunakan untuk membantu masyarakat banyak. Setelah istirahat ishoma, peserta diarahkan menuju Lapangan Pilangbango untuk praktek pemadaman api.

Dimintai pendapatnya selepas membuka acara, Wawali menyatakan, ”ini sebenarnya sudah masuk di RKA dari OPD terkait, dalam hal ini adalah Satpol PP, dan ini sebuah peneguhan dari aturan yg lebih atas, baik itu tentang pemerintahan daerah maupun tentang penanggulangan bencana, dan kita breakdown di dalam kegiatan maupun anggarannya, jadi ini intinya adalah sejauh mungkin bencana-bencana dalam arti karena tindak manusia atau alam kita upayakan zero, sungguhpun ini sebuah hal yang tidak lumrah, karena kebakaran sekecil apapun itu juga kebakaran, oleh karena itu kita mencoba ini semua pesertanya dari 27 kelurahan yang ada di kota Madiun, disamping kegiatan ini memberikan suatu pelatihan, ketrampilan, pemanfaatan alat-alat yang kita punya tapi yang terpenting adalah melakukan kegiatan yang namanya penanggulangan supaya kebakaran itu tidak terjadi di suatu wilayah di kota Madiun,” ujarnya. (kmf)