Select Page

Madiun – 193 Jama’ah Haji Kota Madiun diberangkatkan oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto dari Halaman Wisma Haji Kota Madiun, hari ini, Kamis (3/8). Turut hadir Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, yang masing-masing hadir bersama istri, Kapolresta Madiun, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Ketua MUI Kota Madiun, serta segenap Kepala OPD Pemerintah Kota Madiun. Acara dimulai jam 10.25 WIB, bertempat di Hall Besar, Wisma Haji Kota Madiun, dan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an.

Kepala Kemenag Kota Madiun, M. Amir Sholahuddin, menyatakan, jama’ah haji kota Madiun tahun 1438 H, tergabung dalam kloter (kelompok terbang) 24, embarkasi Surabaya, yang merupakan gabungan jama’ah haji dari 3 daerah, yaitu Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo dan Kota Surabaya dengan jumlah total 450 orang jama’ah.

“Jama’ah haji Kota Madiun tergabung dalam kloter 24, yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, 98 orang, Kota Madiun, 193 orang dan Kota Surabaya, 154 orang, sehingga semuanya berjumlah 450 orang,” rincinya.

Lanjutnya, Adapun jama’ah haji kota Madiun, sejumlah 193 orang, terdiri dari Kecamatan Taman, 104 orang, Kecamatan Kartoharjo, 69 orang, Kecamatan Manguharjo 17 orang, dengan jumlah jama’ah laki-laki 86 orang dan jama’ah perempuan 107 orang. Jama’ah tertua atas nama Bu Duriyah, usia 80 tahun, alamat Perum Griya Salak Blok A nomor 6 Kota Madiun. Jama’ah termuda Diah Wahyu Adi Dewantoro, usia 31 tahun, alamat Perum Taman Asri Nomor 1A RT 23 RW 07, Pandean, Kota Madiun. Rombongan diberangkatkan jam 11 siang dan diperkirakan masuk Asrama Haji Sukolilo jam 18 WIB, setelah transit terlebih dahulu di Masjid Al-Akbar Surabaya.

Sebanyak 5 bus digunakan untuk mengangkut jama’ah haji, sedangkan koper bawaan jama’ah haji diangkut menggunakan 2 truk. Diperkirakan kloter 24 berangkat ke Madinah, tanggal 4 Agustus 2017 jam 19.55 setelah persiapan pemberangkatan sekitar ba’da asar dan kembali ke tanah air diperkirakan tanggal 13 September 2017 dari Jeddah, jam 8.30 WAS (Waktu Arab Saudi), dan sampai Bandara Juanda tanggal 13 September 2017 jam 23.00 WIB. Selanjutnya diperkirakan sampai di Kota Madiun kembali diperkirakan jam 6-7 pagi tanggal 14 September 2017.

“Mari kita do’akan para calon jama’ah haji kota Madiun, berangkat selamat, pulang selamat, diberi kesehatan lahir batin oleh Allah SWT, dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, syarat – rukun – wajib – sunnah haji, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” do’a Amir diamini jama’ah haji dan keluarganya.

Sementara itu Sugeng mendo’akan untuk seluruh calon jama’ah haji kota Madiun, mulai berangkat dari kota Madiun sampai pulang tanggal 14 September, utuh, sehat dan menjadi haji yang mabrur.

“Saya atas nama jajaran yang ada di pemerintah kota Madiun memohon maaf apabila di dalam perjalanan Bapak Ibu sekalian kita ada kekurangannya, dan saya yakin Bapak Ibu sekalian juga memohon maaf apabila ada kesalahan dan kami atas nama segenap jajaran yang ada di Pemerintah Kota Madiun, forkopimda, dan masyarakat, juga memaafkan Bapak Ibu sekalian, dan nanti untuk Kemenag kami mohon untuk selalu komunikasi, harapannya kita bisa menerima sejumlah 193 orang di tanggal 14 (September) kalau tepat waktunya itu, ini tamu Allah, sudah kundur, kalau kita juga mangayu bagyo adalah sebuah kehormatan. Doa’kan kota Madiun menjadi kota yang aman, terkendali, tertib, selama-lamanya,” pintanya.

Acara diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo, dilanjutkan jabat tangan antara jama’ah haji dengan forkopimda, dan diteruskan dengan pemberangkatan rombongan jama’ah haji dengan pengibaran bendera start oleh Wakil Walikota Madiun, di beranda teras depan gedung utama Wisma Haji. Ditemui sebelum acara, Kepala Kemenag Kota Madiun, mengharapkan tahun depan bisa tambah lagi (kuotanya) karena ada tanda-tanda perluasan Masjidil Haram sudah selesai, kemungkinan bisa ditambah kuotanya, paling tidak 10 ribu lagi, sehingga antrian haji bisa maju 2 tahun.

“Pendaftar tahun ini berangkat tahun 2039, masa tunggu 22 tahun, saya berpesan kepada jama’ah haji yang berangkat hari ini, sekarang di Arab Saudi sedang musim panas, jangan sampai di Makkah maupun Madinah tidak pakai sandal, jadi harus wajib pakai sandal, sandalnya harus dobel, 2 atau 3, sehingga kalau sandal itu kepanasan, misalnya rusak/putus buang saja diganti dengan yang baru. Jangan lupa membawa air, karena suhunya panas, sekitar 50-55 derajat celcius,” sarannya.

Lebih lanjut dikonfirmasi mengenai pemondokan, Amir mengatakan, untuk pemondokan di Madinah, belum mendapat informasi tempatnya dimana, namun jarak dengan Masjid Nabawi tidak sampai 1 km, sekitar 800 meter, untuk katering siang malam tersedia penuh, tidak masalah, dan disediakan menu masakan Jawa Timur, hanya sarapan saja yang memasak sendiri, bisa mie atau masakan lain. Sedangkan pemondokan di Makkah bertempat di Jarwal, Grand Taisir, berjarak 1,5 kilometer dari Masjidil Haram

“Untuk uang saku sebanyak 1500 Riyal, bagi jama’ah dengan resiko tinggi, petugas kesehatan sudah mengantisipasi, bagi yang pakai gelang merah ada pengawasan ekstra ketat dari petugas kloter, ada 3 dokter dan 2 perawat dalam 1 kloter, diantisipasi dengan cara didampingi, di kloter 24 informasinya ada 50% jama’ah dengan risiko tinggi, untuk jama’ah haji kota Madiun sekitar 30% risiko tinggi, rata rata karena usia lanjut di atas 60 tahun,” tutup Amir. (kmf)