Select Page

Madiun – 171 Pedagang Kaki Lima (PKL) dari 925 PKL yang terdaftar di Kota Madiun, yang mayoritas berdomisili ataupun berjualan diwilayah Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, hari ini Kamis (27/7) dikumpulkan di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Kartoharjo untuk memperoleh pembinaan dari Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perdagangan Kota Madiun. Sebagai kota perdagangan dengan slogan Madiun Kota GADIS (Perdagangan, Pendidikan dan Industri), PKL Kota Madiun diharapkan sebagai salah satu daya tarik Kota Madiun.

Namun keberadaan PKL sering membuat pengguna jalan yang lain kurang nyaman, sehingga tujuan dari terselenggaranya kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada PKL Kota Madiun.

“Setelah (PKL) ditertibkan, pengguna jalan yang lain tidak akan terganggu,” kata Sekretaris Daerah Kota Madiun Maidi saat memberikan pengarahan kepada peserta.

Bentuk perhatian lainnya dari Pemkot Madiun adalah bagi PKL Kota Madiun yang sudah memiliki kartu Tanda Daftar Usaha (TDU) akan diberikan fasilitas tempat usaha di salah satu titik yang sudah diperbolehkan.

“Pemkot Madiun akan mengoptimalkan keberadaan PKL dengan memberikan tempat dititik-titik tertentu, sehingga masyarakat yang punya usaha bisa menempatinya asalkan punya kartu TDU,” lanjutnya.

Kartu TDU diberikan oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Perdaganan untuk menjamin para PKL menjalankan usahanya, dengan memberikan tempat usaha serta jaminan kepastian PKL untuk menjalankan usahanya. Dalam pelaksanaannya Pemkot Madiun membina PKL untuk berkompetitif secara sehat guna menciptakan PKL yang berkualitas, sehingga wisatawan yang datang di Kota Madiun akan menikmati “service” PKL Kota Madiun dengan masakan yang enak dan sehat, serta memiliki tempat yang bersih.

Maidi juga menyerahakan kartu TDU secara simbolis kepada perwakilan PKL yang mendapatkan TDU. Narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Perdagangan, Gaguk Hariyono, Kepala Satuan Polisi Pamonng Praja dan Pemadam Kebakaran Sunardi Nurcahyono. (Kmf)