Select Page

Madiun – Badan Pusat Statistik gelar Rilis hasil listing Sensus Ekonomi 2016 dan Sosialisasi pelaksanaan pendataan UMK dan UMB Sensus Ekonomi 2016 di ruang Krishna Hotel Aston Madiun, hari ini Rabu (12/7). Acara dihadiri oleh Wakil walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto beserta Kepala OPD atau unsur Dinas terkait, Media Massa, Asosiasi Perguruan Tinggi serta para pelaku UMK dan UMB di Kota Madiun. Berdasarkan hasil sensus ekonomi terkait dengan pendaftaran (listing), Kota Madiun mendapat angka 39.16 % di sektor perdagangan, 24.18% di sektor pengadaan makan dan minum, dimana keduanya jika dijumlahkan senilai 62.34%. Wakil walikota madiun, Sugeng Rismiyanto menyampaikan bahwa angka yang didapat pada sensus ekonomi harus ditingkatkan secara kuantitas dan kualitas, sehingga usaha pada perusaaan di Kota Madiun tidak diambil alih oleh pihak di luar Kota Madiun. Sedangkan yang terkait dengan perijinan, pelayanan diharapkan cepat dan tepat. “Kami bertekad tidak ada biaya tambahan dalam bentuk apapun, untuk pengurusan apapun di segala urusan yang ada di Kota Madiun”, tuturnya.

Ditemui di luar acara, Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian menyampaikan bahwa hasil listing Sensus Ekonomi ini mengalami pertumbuhan sekitar 15% dari Sensus Ekonomi tahun 2016 baik pertumbuhan usaha maupun distribusi usahanya. Dimana kategori dominan dari sektor perdagangan, akomodasi dan distribusi. Untuk kota Madiun, dari 3 kecamatan yang mendominasi pertumbuhan ekonomi adalah kecamatan Taman, karena sentralisasi kegiatan ekonomi dan hasil kegiatan listing tergambarkan mayoritas ada di kecamatan Taman. Hasil Listing ini akan diinformasikan ke pemerintah kota dalam rangka menyampaikan informasi ke dunia usaha ataupun kelompok kelompok masyarakat. (kmf)