Select Page

Madiun – Gelaran budaya khas Jawa Timur, khususnya Kota Madiun, yang telah ditampilkan sepekan lamanya, secara resmi ditutup tadi malam, Minggu (9/7), dengan penampilan sendra tari Beksan Parisuko yang menceritakan perjuangan Sultan Madiun melawan Penjajahan Belanda. Pagelaran tari yang diperankan oleh pelajar SMP dan SMA di Kota Madiun berhasil memukau pengunjung yang hadir pada acara tersebut. Hadir pada acara tersebut Wakil walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto beserta Ibu Ismah Sugeng Rismiyanto selaku Wakil Ketua I TP PKK Kota Madiun, Sekretaris Daerah, Maidi bersama Ibu Yuni Maidi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan, Jajaran Forkopimda serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Rangkaian berbagai festival dan lomba pekan seni telah dilaksanakan sebagai upaya untuk mengasah, mengamalkan dan melestarikan budaya kebangsaan Indonesia. Pada kesempatan ini diserahkan pula piala dan uang untuk kejuaraan lomba diantaranya Festival campursari Putra juara I yaitu alvian dari kelurahan kartoharjo, Juara I putri diraih oleh Ratna dari kelurahan banjarejo. Untuk festival geguritan pitutur luhur, 10 penampilan terbaik salah satunya SDN 01 Manisrejo. Festival dongeng kesejarahan untuk 10 penampilan terbaik dari SMPN 11, Festival tembang mocopat untuk 10 penampilan terbaik diantaranya dari kelurahan banjarejo. Untuk langgam keroncong kelompok putra juara I diraih oleh Alvian dari kelurahan kelun, dari kelompok putri diraih oleh Endang dari kelurahan Taman. Festival makanan khas juara I diraih oleh I Club Resto. Lomba Fotografi untuk Juara I diraih oleh Devit.

Wakil walikota Sugeng Rismiyanto mengucapkan terimakasih atas dukungan moril dan partisipasi keikutsertaan warga Kota Madiun dan tokoh masyarakat mengikuti berbagai festival yang diselenggarakan.

“Saya secara pribadi harus mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan, dan tentu saja menerima kritik dan saran melalui Dinas pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dimana perlu perhatian kita semua dan dapat ditingkatkan di tahun 2018 nanti yang pelaksanaannya bertepatan dengan 1 dekade usia Kota Madiun”, tuturnya.

Pekan budaya ditutup secara simbolis dengan pemukulan Gong oleh Sugeng rismiyanto didampingi Sekretaris Daerah serta Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. (kmf)