Select Page

Madiun-Melanjutkan agenda Kunjungan Kerja (Kunker) yang sudah dilakukan di 2 (dua) kecamatan yaitu kecamatan Taman dan Kartoharjo, Wakil Walikota Madiun kembali mengadakan kunker dengan jadwal terakhir di kecamatan Manguharjo pada sabtu malam, 8 Juli 2017. Acara yang dihadiri oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, dan forkopimda ini diharapkan adanya sinergi yang harmonis dan partisipasi aktif dari warga masyarakat, dan sebagai wadah untuk bersilaturohmi dan melestarikan budaya karena pada kesempatan ini juga ditampilkan ketoprak krido taruno untuk memeriahkan hari jadi Kota Madiun yang ke 99 tahun 2017.

Mengawali acara, terlebih dahulu disampaikan laporan dan ucapan selamat datang oleh Camat Manguharjo, Teguh Sudariyanto yang menjelaskan peserta dalam kunker di kecamatan Manguharjo ini sejumlah 1000 (seribu) undangan dengan jumlah penduduk 62.814 (enam puluh dua ribu delapan ratus empat belas) jiwa dan dengan pemerintahan meliputi RT sejumlah 423, RW sejumlah 88 dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) sejrjumlah 9.

Wawali dalam sambutannya mengatakan kunker tidak dilaksanakan disetiap kelurahan melainkan langsung dilaksanakan di kecamatan karena akan menyita waktu. 
“Berdasarkan hasil Musrenbang kecamatan termasuk di tingkat OPD dan terakhir di tingkat Pemerintah Kota, meliputi kegiatan fisik maupun non fisik diharapkan masyarakat dapat mengawal dan kami ingin ini transparan. Masyarakat secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam perencanaan atau musrenbang yang ada di kelurahan maupun kecamatan”, ujar Sugeng.

Sugeng juga menjelaskan melalui kegiatan ini akan disampaikan informasi tentang kegiatan tahun 2017 dan kegiatan-kegiatan apa yang sudah dilaksankan, sedang dilaksanakan, dan yang akan dilaksanakan tahun 2017 dan juga terkait masalah-masalah.

“Saya berharap pembangunan ada ditengah-tengah masyarakat dan saya berpesan kepada teman-teman ASN khususnya OPD saya ingin kesungguhan kita dijadikan sebagai teladan dan OPD sudah kita upayakan efisiensi”, jelas Sugeng.

Diakhir sambutan, Sugeng mengatakan bahwa Kota Madiun dari waktu ke waktu sudah kondusif sehingga diharapkan kekondusifan ini mampu dijaga dan bersama-sama mampu mengawal dan memantau pembangunan sehingga pembangunan ini bisa berada ada ditengah-tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini disampaikan pula informasi terkait perkembangan pembangunan di Kota Madiun yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi yang mengatakan bahwa APBD merupakan uang rakyat dan untuk rakyat sehingga rakyat harus mengetahui.

“Kota Madiun pada umumnya tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA), jadi diharapkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya mampu meningkat sehingga dunia pendidikan sangat diutamakan”, ujar Maidi.

Selain pendidikan, Maidi menjelaskan bahwa pembangunan di Kota Madiun meliputi pengelolaan kesehatan yang setiap 2 (dua) bulan selalu dievaluasi melalui pelayanan, peningkatan daya ekonomi, penanggulangan kemiskinan dengan memperkerjakan dan memberikan kegiatan untuk masyarakat miskin ,peningkatan pelayanan publik, dan infrastruktur kota.

Kunker ini juga dilakukan dilakukan pemberian bantuan berupa sembako dan peralatan sekolah untuk masyarakat di kecamatan Manguharjo. (Kmf)