Select Page

Madiun – Jelang Idul Fitri 1438 H, Pemerintah Kota Madiun Gelar Inspeksi Mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas umum di Kota Madiun, diantaranya Pasar Besar Madiun (PBM), RSUD dr. Soedono, Stasiun Kereta Api Madiun, RSUD Sogaten, Pertamina, dan Terminal Jayabaya.

Sidak yang dimaksudkan untuk melihat kesigapan dari sejumlah tempat itu dalam menghadapi lebaran 2017 ini diikuti oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Forkopimda, dan Kepala OPD se Kota Madiun.

Rute pertama sidak ini menuju Pasar Besar Madiun, pada kesempatan ini Sugeng memantau pasokan dan sejumlah harga sayur mayur, bawang merah dan putih, daging ayam hingga harga daging.

Bu pur salah satu penjual daging ayam saat diwawancarai mengemukakan pasokan daging ayam untuk lebaran 2017 ini masih aman dengan harga yang relatif stabil. “Alhamdulillah lancar pasokan, stok banyak jadi harga tidak naik.” Ungkapnya. Sementara itu untuk pasokan daging sapi, Martini, salah satu daging sapi mengemukakan kepada Sugeng bahwa pasokan daging sapi untuk idul fitri relatif aman dengan harga yang stabil di kisaran 120.000/kg.

Menanggapi hasil sidak di PBM ini, wawali berpesan agar masyarakat tetap bijak dalam memilih bahan makanan pokok. Selepas dari PBM rombongan menuju ke RSUD dr Soedhono, dan disambut langsung oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik, RSUD dr. Shoedono, M. Hafidin Ilham, beserta staf.

Pada Wawali, M. H. Ilham menyampaikan bahwa untuk persiapan lebaran 2017 ini, semua fasilitas dan obat – obatan sudah disiapkan secara baik. “Sampai saat ini jumlah pasien untuk korban petasan masih nihil.” Tuturnya saat ditanya mengenai jumlah pasien musiman yang terjadi mejelang Idul Fitri. Rute sidak berikutnya menuju ke Stasiun Madiun yang terletak tidak terlalu jauh dari RSUD dr. Soedhono.

Pihak KAI Madiun menyampaikan bahwa untuk lebaran 2017 ini, kelonjakan jumlah penumpang kereta diperkirakan terjadi jumat (23/6) besok. Sampai saat ini belum ada keterlambatan jadwal kedatangan maupun keberangkatan kereta api. Salah satu penumpang kereta Sri Tanjung jurusan Banyuwangi, Siswi, mengatakan telah jauh – jauh hari memesan tiket dan tidak ada kenaikan tiket kereta. “Pesannya sudah dari 3 bulan yang lalu baik untuk berangkat maupun pulangnya, dan tidak ada kenaikan harga”, katanya.

Sedangkan untuk keamanan di stasiun, Prihantino, salah satu tim keamanan Brimob Madiun yang ditugaskan di Stasiun KA Madiun menyampaikan sampai saat ini belum ada masalah keamanan yang terjadi. Dari Polda Jawa Timur akan memberi fasilitas anjing pelacak mendekati H-1 sampai H+1 untuk mengantisipasi masalah keamanan.

Lebih lanjut saat ini penjagaan masih hanya di pintu keluar saja, tapi mendekati hari H akan dilakukan penjagaan di pintu masuk dan pintu keluar untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang mungkin bisa terjadi.

Dari stasiun, Wawali beserta rombongan lanjut mengunjungi RSUD Sogaten milik Pemerintah Kota Madiun. Dari penjelasan dr. Resti selaku Direktur Rumah Sakit, bahwa menjelang hari raya ini belum ada pasien yang masuk UGD dengan penyakit yang emergency atau memerlukan penanganan khusus.

“Waktu hari H, kami tetap buka selama 24 jam, dan sampai saat ini belum ada penyakit yang berbahaya hanya sebatas diare”, tutur Direktur RSUD Sogaten. Kunjungan berikutnya adalah PT. Pertamina dimana untuk mengetahui ketersediaan bahan bakar yang di suplay. Menurut pihak pertamina, “bbm yang di SPBU aman tidak ada keterlambatan”.

Pihak pertamina juga menyampaikan untuk kebutuhan BBM semasa lebaran 2017 ini akan disuplai 2 rangkaian dari Surabaya dan 2 rangkaian dari Jawa Tengah dimana tiap 1 rangkaian terdiri dari 20 gerbong. “Kenaikan penggunaan BBM pada lebaran 2017 ini diperkirakan akan 100%.” Kata Perwakilan dari Pertamina.

Rangkaian sidak ditutup dengan kunjungan ke Terminal Purbaya, yang saat ini pengelolaannya sudah diambil pusat. Pada kunjungan tersebut, Hardono, selaku koordinator Terminal Purbaya menyampaikan kenaikan jumlah armada baik AKAP maupun AKDP pada H-4 ini pada kisaran 50,3%, sedangkan kenaikan penumpang kisaran sekitar 50%, sama seperti tahun sebelumnya. “Sampai saat ini belum ada keterlambatan armada, tapi belum bisa ditentukan atau diprediksi karena faktor kemacetan.” Katanya. Untuk mengantisipasi akan disediakan bus cadangan, dan pihak terminal purbaya sudah menghubungi PO – PO yang ada.

Kementrian Perhubungan menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan dan telah bekerjasama dengan instansi terkait misal kepolisian untuk keamanan. “Direncanakan tanggal 23 nanti ada pemeriksaan kesehatan untuk awak kendaraan, yang meliputi tes urin dan tekanan darah,” Kata Hardono.

Lebih lanjut, Hardono menjelaskan untuk meminimalisir calo pembelian tiket dengan memasang stiker dan telah berkoordinasi dengan agen – agen untuk mencari ijin terlebih dahulu.

Ditemui tersendiri Wawali menyampaikan bahwa tujuan dari sidak ini adalah untuk melihat lebih dekat harga bahan pokok dan kepentingan – kepentingan lebaran. “Solusi Pemkot untuk mengatasi kenaikan harga pokok, Dinas Perdagangan akan memantau dan mengawasi stok.” Kata Wawali. Sedangkan untuk rumah sakit, Sugeng menyampaikan ingin melihat pelayanan dan kesiapan dari rumah sakit baik itu rumah sakit provinsi maupun daerah, walau semoga tidak ada orang sakit.

Selanjutnya untuk stasiun maupun terminal, Sugeng menuturkan ingin melihat kesiapan pelayanan dan antisipasi membludaknya penumpang. (kmf)