Select Page

Madiun- Dalam rangka pemantauan ketersediaan bahan pokok, kelayakan dan makanan olahan yang dijual ditoko modern/toko swalayan menjelang hari raya Idul Fitri 1438H, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perdagangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan mulai hari ini, Senin (19/6) hingga kamis (22/6) mendatang di sejumlah supermarket di Kota Madiun.

Sidak yang diawali di hypermart Kawasan plaza Kota Madiun ini di pimpin langsung oleh Kabid Perdagangan, Harum Kusumawati, yang didampingi oleh Tim dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan konsumen Dinas Perdagangan Propinsi Jawa Timur serta Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup, Cahyarini dan sejumlah Tim.

Harga penjualan di hypermart ini relatif stabil, tetapi ada sedikit keterlambatan pada pasokan minyak goreng. Dari pantauan, harga minyak 11.000/lt, gula 12.500/kg, dan daging beku 80.000/kg.

Selain itu juga ditemukan mie instan import produk Korea selatan dan china tanpa label halal, ini disinyalir mengandung minyak babi.

“Mulai hari ini saya minta agar produk itu ditarik dari peredaran,” ujar Harum kepada ahmad selaku divisi manager hypermart.

Sementara itu Cahyarini selaku kasi kesehatan hewan menemukan daging beku yang kadar airnya sedikit lebih tinggi dari ambang batas yang diuji dengan detector atau alat pendeteksi.

“Maksimal atau ambang batas kadar air pada daging adalah 77, saya disini menemukan kadarnya 78 hal ini masih layak dikarenakan proses pembekuan dari frezzer atau pendinginan,” ujarnya.