Select Page

Madiun – Dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Kepegawaian Daerah Kota Madiun menyeleksi calon kepala sekolah TK, SD dan SMP se Kota Madiun. Seleksi akademik calon kepala sekolah ini akan dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Surabaya, yang dimulai hari ini, Rabu (14/6) hingga Jumat (16/6) mendatang di Gedung Diklat Kota Madiun.

Sutoyo Iriyanto, Plt Kepala Dinas Pendidikan dalam laporan panitianya mengatakan tujuan dari diselenggarakan seleksi ini dalam rangka menyiapkan kebutuhan calon kepala sekolah TK, SD maupun SMP di Kota Madiun, serta memperoleh calon kepala sekola yang berkredibilitas dan berkapabilitas sebagai calon yang berkualitas dan profesional.

Setelah seleksi ini para peserta akan mengikuti diklat in service learning 1, diklat on the job, dan kemudian diklat in service learning 2. Profesor Nunuk Suryani, Kepala LPPKS Surabaya yang juga bertindak selaku narasumber mengatakan kegiatan seleksi akademi ini merupakan rangkaian untuk menjadi kepala sekolah.

Lebih lanjut ia menjelaskan berdasarkan PP No. 19 Tahun 2017, tugas sebagai Kepala Sekolah bukan lagi tugas tambahan. Kepala sekolah merupakan jenjang karir tertinggi setelah menjadi guru dan dibawah pengawas.

Kepala sekolah haruslah fokus dalam tugas manajerial sekolah, menyeleraskan kegiatan – kegiatan di sekolah, bagaimana menggalang kepentingan yang terlibat untuk memajukan sekolah, menjadi supervisi yang baik, bagaimana memberikan kepemimpinan pembelajaran yang baik, dimana kesemuanya bertujuan mencapai kemajuan sekolah sehingga terwujud visi misi sekolah tersebut.

“Dalam seleksi/diklat ini akan dibekali ilmu – ilmu yang belum pernah didapat oleh peserta sehingga dapat menjadi pisau untuk menganalisis kondisi di lingkunganya”, tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi mengatakan bahwa menjadi kepala sekolah itu harus hebat dan kreatif. Jika tidak memiliki perencanaan yang baik, sekolah tidak akan maju.

“Di Kota Madiun, Pendidikan diutamakan, sehingga kepala sekolah harus top dan menjadi contoh”, Tekan Maidi.

Lanjutnya, kesuksesan lembaga pendidikan kuncinya ada di kepala sekolahnya. Kepala sekolah harus tau IT (Infomation Teknologi), agar tidak kalah dengan perkembangan jaman ini. Untuk kepala sekolah yang sudah 2 tahun menjabat perlu mengikuti seleksi lagi untuk mengetahui apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kalau ingin kepala sekolah berkualitas, diambil dari struktural di Dinas Pendidikan dan dari wakil kepala sekolah, kenapa karena mereka pasti sudah mengetahui seluk beluk dunia pendidikan dan sudah memiliki nilai lebih”, pesan Sekda saat ditemui setelah acara.

Untuk transparansi seleksi ini, Maidi menjamin 1000 persen bersih bebas KKN, ini sudah disampaikan ke tim pansel bahwa dalam prosesnya harus bisa menjamin sampai tahap implementasinya.

“Jika nilai baik tapi implementasi jelek maka dipertanyakan dan tidak akan menggunakan lembaga seleksi itu lagi”, pungkasnya. (kmf)