Select Page


Madiun – Senin (15/5) kemarin, di Kelurahan Manguharjo, rombongan Tim Penilai Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur yang di Ketuai oleh Heru Suseno, Kepala Bidang Pemerintah Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah mengevaluasi kondisi lapangan sebagai bahan penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur. Setelah membawa hasil dari evaluasi dilapangan, tim penilai memberikan saran untuk perkembangan di wilayah Kelurahan Manguharjo . Tim juga memberikan apresiasi bagus untuk Kelurahan Manguharjo sebagai salah satu kelurahan dengan kategori kelurahan yang cepat berkembang.

“Setelah berdiskusi dengan Tim yang sudah terjun di lapangan dan diskusi dengan masyarakat Kota Madiun, secara umum dari segala bidang sudah berjalan dengan bagus yang berstatus Kelurahan yang cepat berkembang.” Jelas Heru saat menyampaikan hasil evaluasi dihadapan Wakil Walikota Sugeng Rismiyanto, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Madiun Maidi, Ketua DPRD Kota Madiun Istono, Kepala OPD terkait, Camat Manguharjo, dan Lurah Manguharjo.

Dari hasil evaluasi, Heru berharap Kelurahan Manguharjo memaksimalkan peran emansipasi wanita untuk pembangunan di Kelurahan Manguharjo.

“Partisipasi masyarakat ada pada proses musyawarah, adanya kurang keseimbangan partisipasi antara laki-laki dan perempuan dalam musyawarah, sehingga diharapkan kedepannya Ibu-ibu dapat dilibatkan.”sambungnya

Tim penilai juga mengevaluasi di sentra industry mie Maju Lancar yang dikelola oleh masyarakat Kelurahan Manguharjo dan memberikan nilai plus untuk Kelurahan Manguharjo. Karena untuk bidang kewilayahan di sektor ekonomi, sentra industri mie maju lancar serta melibatkan peran serta masyarakat di kelurahan Manguharjo. Dari penjual mie yang ada di Kota Madiun, 80% yang jualan mie adalah orang Manguharjo.

“Ini wujud pemberdayaan masyarakat dibidang ekonomi sangat luar biasa. Yang rata diperkotaan untuk ekononomi produktif yang berskala kecil bagus, tapi nilai plusnya itu dengan melibatkan masyarakat.” Paparnya.

Beberapa informasi yang telah didapatkan dari lapangan dibutuhkan untuk dievaluasi, dan menjadi dasar untuk menentukan peringkat dari 4 kelurahan yang telah lolos administrasi dalam Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur. Menanggapi apa yang disampaikan oleh Ketua Tim Penilai, Wakil Walikota, Sugeng Rismiyanto, juga menyampaikan bahwa usaha dari Pemerintah Kota Madiun untuk meningkatkan kinerja dan Sumber Daya Manusia (SDM) PNSnya sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Terkait IT (Information technology, sebenernya hari ini (Senin,15/5) juga mengadakan sosialisasi terkait dengan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) yang juga menggandeng Dinas Kominfo Prov. Jawa Timur dengan peserta semua pengelola web dari sekretariatan, kecamatan sampai kelurahan dan OPD supaya bentuk infomasi dan pelayanan dengan sistem online.” Kata Sugeng.

Pemkot Madiun untuk tahun ini juga telah memberikan fasilitas komputer untuk Sekolah Dasar (SD) di Kota Madiun, agar pelajar sebagai generasi penerus mampu untuk bersaing dimasa era digital serta sesuai dengan evaluasi dari Provinsi untuk memprioritaskan pendidikan yang berbasis teknologi,

“800-1000 komputer (telah diberikan) untuk pelajar di tingkat dasar (SD) agar anak-anak bisa menguasai IT.” Imbuhnya.

Sugeng berharap untuk kedepannya, pelayanan masyarakat di kelurahan Manguharjo sudah menggunakan komputer agar masyarakat bisa dilayani dengan cepat. Lanjutnya wawali juga menekankan agar kedepannya kelurahan harus mempunyai pelayanan yang berbasis IT yang sesuai dengan idaman dan dapat menampilkan informasi dan pelayanan berbasis komputer untuk masyarakatnya.
“Yang jadul harus diganti dengan sistem IT sehingga informasi dapat diterima masyarakat dengan mudah.” Pesan Wawali di akhir sambutannya. (kmf)