Select Page

Madiun – Kemarin, Senin (15/5), pada kesempatan Apel Staf dan Pejabat Struktural di Balaikota Madiun, dilaksanakan penyerahan SK Pensiun bagi PNS yang mengalami purna tugas per 1 Juni hingga 1 Agustus 2017. PNS yang purna tugas berjumlah 32 orang, dengan jumlah per 1 Juni sejumlah 9 (sembilan) orang, per 1 Juli sejumlah 15 orang, dan per 1 Agustus sejumlah 8 orang.

Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto saat memimpin apel memberikan apresiasi kepada para PNS yang purna tugas.
“Atas nama Pemkot Madiun dan seluruh” masyarakat Kota Madiun mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan loyalitas yang disumbangsihkan kepada Kota Madiun ini khususnya dan pada Pemerintah Republik Indonesia pada umumnya. PNS adalah putra-putra terbaik Indonesia oleh karena itu saya yakin bahwa ini bukanlah akhir dari pengabdian, secara formal adalah keputusan bahwa pengabdian di negara sudah ada putusan namun demikian saya yakin bahwa masyarakat untuk anak-anak, dan cucu-cucu kita menjadi tanggung jawab kita semua sebagai insan dan warga Negara yang baik.” Ujarnya. Lebih lanjut, Sugeng mengajak kepada seluruh PNS /ASN baik pimpinan maupun staf untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan aturan yang ada. “Kami tidak ingin ada yang mengundurkan diri atau pensiun dini, karena ASN merupakan sebuah pilihan. Kalaupun ada yang pensiun dini harus dengan alas an-alasan yang kuat karena monatorium sudah berjalan jadi harus bisa dipertanggung jawabkan.” Tambahnya.

Sugeng menegaskan bagi pejabat eselon II-IV yang mengundurkan diri dari jabatan silahkan untuk mengundurkan diri dari ASN, ini membuktikan bahwa tidak bertanggung jawab. Kota Madiun masih menjadi pantauan penegak hukum dan masyarakat jadi harus sesuai dengan aturan yang ada.

Ditemui setelah menerima apel penyerahan SK Pensiun, Sugeng mengungkapkan bahwa akan mengundang 15 kandidat yang lolos sebagai calon pemimpin baru dengan tujuan untuk mendalami potensi mereka utamanya yang terkait dengan visi misi agar bisa sejalan.

“Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan sebuah pedoman sehingga diperlukan sosok-sosok yang profesional yang harus sejalan dengan RPJMD.” Imbuhnya.(Kmf)