Select Page


Madiun – Dalam rangka meningkatkan Kedisiplinan, semangat kinerja dan kesejahteraan pegawai, Pemerintah Kota Madiun menggelar rakor penyusunan tunjangan penghasilan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Turut hadir Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Madiun, Kepala OPD, serta Kepala Laboratorium Pengembangan Manajemen dan Bisnis Universitas Airlangga, Nuri, yang juga sebagai narasumber, Siang tadi, Rabu (10/5), di Ruang Rapat Bappeda Lantai 2 Gedung Bersama Pemerintah Kota Madiun.

Sugeng Rismiyanto berharap adanya remunerasi ini dapat membuat tatanan yang lebih baik lagi.

“Remunerasi ini adalah awal maka harus dilaksanakan dan diterima dengan baik. Kinerja yang baik akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan Daerah.” Ungkapnya.

Tunjangan penghasilan atau remunerasi ini akan diimplementasikan pada tahun 2018 mendatang. Hal ini sesuai anggapan bahwa di tahun 2018 nanti Pemerintah Kota Madiun sangat mampu untuk melaksanakannya ditambah acuan kinerja pegawai dan kemampuan APBDnya.

Sementara itu, Andriono Waskito Murti, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Madiun, berharap dengan adanya remunerasi ini adalah untuk memberikan keadilan, dimana pegawai yang bekerja dengan sungguh sungguh, pegawai yang berkualitas, maka akan mendapatkan kesejahteraan sesuai dengan apa yang telah diusahakannya.

Remunerasi diperuntukkan memberikan penghargaan kepada karyawan atas kontribusi yang di berikan pemerintah daerah.

Ada 3 pekerjaan inti yang akan dilaporkan yaitu remuneration management yang sifatnya fix untuk menghitung tunjangan yang sifatnya tetap, design penilaian kinerja yaitu tunjangan yang sifatnya bervariable tergantung pada kinerjanya dan beban kerja yang diampu oleh pemangku jabatan, kemudian aplikasi performance appraist

Sementara itu, Nuri yang juga bertindak sebagai narasumber mengatakan, remunerasi ini penting karena menyangkut 3 hal yaitu menarik calon karyawan yang berkualitas, memotivasi karyawan sehingga berkinerja tinggi dan mempertahankan karyawan yang berpotensial.

“Jadi kalau remunerasi kita baik, maka banyak orang berkualitas yang ingin melamar pekerjaan di Pemerintah Kota Madiun”, papar nuri.

Ada serangkaian kegiatan dalam melaksanakan kompensasi ini diantaranya diperlukan job analisis dan job evaluations untuk melihat grade pekerjaan dari beban kerja paling tinggi sampai yang terendah. (Kmf)