Select Page


Madiun – Informasi terkait dengan perkembangan inflasi sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan perekonomian di Kota Madiun. Inflasi yang tinggi berakibat melemahnya daya beli masyarakat yang juga berakibat pada menurunnya daya saing perekonomian daerah.

Mengingat pentingnya informasi tersebut, Pemerintah Kota Madiun melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Madiun mengadakan Rapat Koordinasi Perkembangan Inflasi Kota Madiun Tahun 2017 dan Persiapan Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2017, Rabu (10/5) di Ruang 13 Balaikota Madiun.

Rapat yang dihadiri oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, Wakil Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Joko Raharto, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Madiun, Wahyudi, Perwakilan BULOG, Pertamina, dan segenap anggota tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), bertujuan melakukan evaluasi tentang inflasi agar imbasnya tidak menimbulkan pengaruh di kota Madiun.

Wakil Walikota Madiun dalam sambutannya mengapresiasi dengan terselenggaranya rapat koordinasi ini.

“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya rapat koordinasi ini dengan harapan tingkat inflasi di Kota Madiun bisa ditekan serendah mungkin. Meskipun disetiap kota cenderung memiliki inflasi tinggi, namun melalui kesempatan ini kita melakukan evaluasi inflasi agar tidak melambung di Kota Madiun”, ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan bahwa kondisi ini kerap terjadi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun diharapkan tidak ada gejolak yang ditimbulkan dan tidak terjadi konflik sosial di Kota Madiun ini.

Sementara itu, Joko dalam kesempatan ini mengatakan bahwa inflasi di Kota Madiun lumayan tinggi sehingga diharapkan adanya perhatian.

“Inflasi pada bulan Januari hingga April 2017 mencapai 2,61% yang bersumber dari kenaikan sewa rumah, air, Tarif Dasar Listrik (TDL), namun dari segi kestabilan pangan sudah bagus.” Ujarnya.

Joko juga menambahkan bahwa untuk menghadapi Ramadhan TPID melakukan kegiatan menjaga kecukupan stok bahan pokok seperti melakukan kunjungan pasar, gudang, operasi pasar murni dan melaksanakan komunikasi publik dengan melakukan press conference, talk show dari BULOG dan INKA, mengadakan iklan pelayanan publik untuk mengkomunikasikan bahwa ketersediaan cukup agar masyarakat tidak resah.

Usaha pengendalian inflasi juga dilakukan oleh beberapa OPD diantaranya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun dengan melakukan kegiatan penghitung inflasi yaitu melakukan pemantauan harga, pengumpulan bahan-bahan pokok. Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Madiun melakukan pemantauan harga untuk menahan inflasi dengan mengadakan operasi pasar murni yang diadakan pada tanggal 29 Mei- 16 Juni 2017 di 3 (tiga) kecamatan di Kota Madiun.

Dinas Perhubungan Kota Madiun juga melakukan serangkaian aksi dalam mengendalikan inflasi ini yakni dengan melaksanakan kegiatan penertiban parkir, pembinaan juru parkir, dan mengadakan acara balik geratis seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri dengan menyediakan 10 kendaraan dari Madiun tujuan Surabaya.

Sedangkan Pertamina mempersiapkan mobil tengki 46 unit ke SPBU di Kota Madiun.

Diharapkan adanya kerjasama OPD – OPD dan mitra pemerintah ini mampu menekan kenaikan inflasi serendah – rendahnya, sehingga tidak terjadi gejolak sosial dan keresahan di masyarakat.

Ditemui setelah membuka rakor, Wawali menegaskan bahwa apabila terjadi inflasi di Kota Madiun maka kami akan koordinasikan. Kita tidak memiliki indikator-indikator penyebab inflasi apakah menyangkut bahan pokok, gas, dan lain sebagainya, sehingga perlu saling berkoordinasi.

Sedangkan Joko ditemui setelah acara menjelaskan permasalahan kenaikan inflasi saat ini berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat, dimana masyarakan sedang menghadapi permasalahan kenaikan TDL, kenaikan biaya administrasi STNK.

“Untuk TDL kita melakukan survei dengan melakukan identifikasi respon masyarakat tentang penguranga’n subsidi ini apakah dia mengurangi konsumsinya,kalau tetap otomatis dampak inflasinya lebih besar.” Tegasnya.

Setelah pelaksanaan rakor ini, Pemkot Madiun menggelar Konferensi Pers sebagai usaha menjelaskan maupun memberikan informasi kepada teman media mengenai perkembangan inflasi di Kota Madiun serta upaya apa yang telah dilakukan oleh Pemkot dalam menjaga kestabilan baik itu kebutuhan bahan pokok maupun kestabilan kondisi di Kota Madiun. (kmf)