Select Page


Madiun – Pentingnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Pemerintah Daerah adalah salah satu sumber pendapatan daerah yang fungsinya sebagai pembiayaan pembangunan daerah tersebut. Hal tersebut juga sebagai perangsang pertumbuhan daerah, dimana hasil akhir yang ingin dicapai tidak lain kesejahteraan masyarakatnya.

Melihat pentingnya peranan PBB tersebut, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Pendapatan Daerah Kota Madiun menggelar Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2017, hari ini, rabu (10/5), di Gedung Diklat Kota Madiun.

Sugeng Rismiyanto, Wakil Walikota Madiun, yang membuka acara tersebut mengatakan pekan panutan ini bertujuan untuk memberikan panutan atau keteladanan dalam membayar PBB tepat waktu.

“Selain sebagai keteladanan, pekan panutan juga untuk mendorong kesadaran masyarakat Kota Madiun untuk segera membayar pajak sebelum jatuh tempo.” Tuturnya.

Lanjutnya, acara ini efektif dilaksanakan dari tahun ke tahun, karena sampai saat ini, dari laporan pajak sudah didapat 20% wajib pajak yang telah membayar PBB sejak SPPT PBB dilepas akhir Februari kemarin.

“Target 16 miliar pendapatan dari pajak di tahun 2017 ini, optimis dicapai, dimana nantinya juga akan dipengaruhi oleh sarana dan prasarana dari Bapenda untuk wajib pajak, petugas pungut yang handal, serta keteladanan seperti yang telah dilaksanakan hari ini.” Tegas Wawali.

Sugeng juga menjabarkan bahwa nantinya dari PBB yang didapat itu, akan dimanfaatkan dan dikelola untuk kesejahteraan Masyarakat Kota Madiun.

“Dengan adanya pekan ini diharapkan masyarakat, khususnya wajib pajak, untuk segera membayar pajak sebelum jatuh tempo, yang nantinya hasil dari pembayaran pajak untuk pembiayaan pembangunan Kota Madiun, serta untuk pencapaian target dari PAD yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat.” Harap Sugeng.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Madiun, Sudandi, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank Jatim sebagai mitra dalam pembayaran PBB masyarakat Madiun serta kepada rekanan Sun City yang memberikan voucher renang gratis untuk 3000 pembayar PBB pertama.

Acara ini diikuti oleh 200 orang yang terdiri dari Forpinda, Kepala OPD, Camat, Lurah, LPMK, dan Tokoh Masyarakat se Kota Madiun. (kmf)