Select Page

Madiun – Sebagai bentuk peran Pemerintah Kota Madiun untuk mewujudkan Nawacita dan Revolusi Mental dan juga menumbuhkan rasa patriotisme dan kebhinekaan bagi semua elemen, Pemkot. Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun melaksanakan serangkaian kegiatan Pendidikan Bela Negara. Bela negara yang diikuti dari elemen Pemerintahan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pelajar dan Mahasiswa telah dilaksanakan pada kegiataan sebelumnya. Dan kemarin, Selasa (18/4), bertempat di Gedung Diklat Kota Madiun, diselenggarakan serangkaian kegiatan dengan menitik beratkan pada wanita yang diwakilkan oleh organisasi kemasyarakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kota Madiun dengan tema Peran Serta Perempuan (Anggota PKK) sebagai Agen Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) dalam Keuarga dan Masyarakat.

Sugeng Rismiyanto, Wakil Walikota Madiun, mengatakan saat membuka acara ini bahwa sebagai warga negara yang baik diharapkan masyarakat mampu mendefisinisikan arti bela negara dan mampu menerapakan dilingkungan masing-masing. “Semua warga negara wajib untuk mengetahui arti dari bela negara dan diterapkan dalam bersosial dan pada kehidupan sehari-hari seperti melakukan perbuatan yang mengandung nilai-nilai luhur Pancasila yang antara lain kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.” tekan wawali dalam sambutnya.

Emansipasi perempuan diharapkan memegang peranan penting dalam penyebaran pendidikan Pancasila didalam keluarga, dimana sebentar lagi akan diperingati Hari Kartini sebagai bentuk kebangkitan wanita Indonesia. Sesuai dengan moment yang sebentar lagi akan diperingati hari Kartini sebagai bentuk emansipasi wanita dalam kegiatan bela negara, salah satunya dengan memberikan pendidikan keluarga kepada putra-putinya dan masyarakat sekitar untuk memupuk rasa nasionalisme dan nilai-nilai luhur dari Pancasila”kata Sugeng saat ditemui setelah acara. Sementara itu, Kepala Bakesbangpol, Bambang Subanto, menyampaikan agar semua elemen, yang salah satunya ibu PKK, terlibat dalam sosialisasi pendidikan bela negara dan menjalankan tupoksi untuk mewujudkan Nawacita. “Semua elemen dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi bela negara dalam mewujudkan Nawacita. PKK sebagai agen (pengerak) untuk membangun keluarga dan masyarakat dengan memberikan nilai-nilai pancasila yang luhur.”papar Subanto waktu ditanya mengenai maksud dari diselengarakannya kegiatan tersebut. Lebih lanjut Subanto mengatakan sosialisasi pendidikan kesadaran bela negara dimaksud agar bisa menjadi tameng dari pengaruh negatif dari globalisasi dan untuk mengembalikan nilai-nilai luhur pancasila seperti kebersamaan, gotong royong dan keadilan sosial.

Narasumber pada Kegiatan ini Kasdim 0803 Madiun Mayor INF M. Yusuf, Danton I Kipan A Paskhas Lettu Pas Nur Koliq. Dan dihadiri Forpimda Kota Madiun, Ibu Wakil Ketua PKK Kota Madiun dan segenap Pengurus PKK Kota Madiun. Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dari 18 s/d 20 april 2017, sedangkan hari ini, Rabu (19/4) diadakan seleksi lomba pidato tingkat kecamatan dan finalnya dilaksanakan besok, kamis (20/4). Peserta sosialisasi sebanyak 300 peseta dari anggota PKK se-Kota Madiun. Dan juri yang akan menilai pada kegiatan lomba pidato PKBN terdiri dari unsur Kodim 0803 Madiun, Dinas Pendidikan Kota Madiun, Unsur TP-PKK Kota Madiun dan Unsur Kesbangpol Kota Madiun. (kmf)