Select Page

Madiun – Kondisi aman, damai, dan tenteram diperlukan agar pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan. Sebagai agama mayoritas di Indonesia, peranan umat Islam di Indonesia dalam menciptakan situasi negara yang kondusif sangatlah penting. Untuk menjaga agar umat Islam tidak terpecah belah, maka di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI) didirikan organisasi bernama Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB). GUIB di tingkat nasional dan propinsi sudah terbentuk sekitar tahun 2009, namun untuk tingkat kabupaten dan kota baru dibentuk tahun ini. GUIB Kota Madiun merupakan GUIB urutan ke-2 di Propinsi Jawa Timur, setelah Kota Batu, yang sudah terbentuk dan dikukuhkan kepengurusannya oleh MUI Kota Madiun, dan disaksikan oleh perwakilan dari MUI Jawa Timur.

Pengukuhan dilaksanakan di Hall Utama, Wisma Haji, Kota Madiun, kemarin, senin (17/4), dengan acara bertajuk Pengukuhan Pengurus Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kota Madiun Masa Khidmat 2017-2021, dihadiri oleh perwakilan pengurus MUI Jawa Timur, Ketua MUI se-Karisidenan Madiun, Wakil Walikota Madiun, Sekretaris Daerah Kota Madiun, dan disaksikan para undangan yang berasal dari seluruh organisasi Islam yang ada di Kota Madiun. Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo, dalam sambutan pembukaan acara, mengatakan, bahwa sebenarnya instruksi dari MUI Jawa Timur tentang pembentukan GUIB, khususnya di Kota Madiun, sudah lama keluar, namun karena masih perlu diadakan pendekatan dari organisasi Islam yang ada di Kota Madiun, sehingga terbentuknya GUIB di Kota Madiun baru bulan ini bisa terwujud.

GUIB ini bertujuan untuk mempersatukan umat Islam, sehingga bisa meningkatkan kondusifitas di Kota Madiun. “Jangan sampai, antar sesama umat Islam saling mencaci, menyindir, demikian juga dengan GUIB, jangan sampai berbenturan dengan pemerintah,” nasihat Sutoyo. Lebih lanjut, dia juga mengingatkan kepada pengurus GUIB, akan komitmen, bahwa Pancasila, NKRI adalah harga mati. Sugeng Rismiyanto, Wawali Kota Madiun, dalam sambutan balasannya, mengapresiasi apa yang telah diperjuangkan oleh MUI Kota Madiun. “Selamat atas terbentuknya GUIB di Kota Madiun, dan kami tunggu koordinasi antara GUIB, MUI, dengan Pemerintah Kota Madiun,” ucapnya. Sementara itu, Suwardi Rosyid, Ketua GUIB Kota Madiun, mengatakan bahwa jabatan ini adalah amanah yang berat, dan meminta agar diingatkan kalau ada hal yang salah, dan silahkan didukung kalau memang benar. H. Abdurrachman Aziz, Ketua GUIB Jawa Timur, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus GUIB Kota Madiun yang sudah dilantik, serta berpesan agar umat Islam jangan terpecah belah. Acara ditutup dengan paparan materi oleh Muhammad Yunus, Sekjen GUIB Jawa Timur, yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris MUI Jawa Timur dan anggota bagian Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat, berjudul “Menata Ukhuwah, Sinergikan Dakwah, Selamatkan Indonesia”. Intinya adalah, kuatnya dunia ditopang oleh 4 unsur, yaitu ilmu ulama, keadilan penguasa, kedermawanan hartawan, dan do’a kaum fakir/masyarakat bawah. Selain itu apabila ada informasi, sebaiknya tabayyun/konfirmasi lebih dahulu, jangan langsung bertindak di luar kontrol. (kmf)