Select Page


Madiun – Bencana yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Antisipasi bencana yang tertata dan berjalan dengan baik, maka dapat meminimalisir dampak terjadinya bencana.

Sebagai badan yang memiliki tugas mengantisipasi terjadinya bencana, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) membutuhkan dukungan dan kerjasama dengan semua lapisan masyarakat, relawan, dan juga instansi terkait, dalam mencegah dan menanggulangi bencana, agar tata laksananya bisa berjalan dengan baik.

Hal tersebut melatarbelakangi BPBD Kota Madiun, menyelenggarakan acara Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kecamatan Manguharjo, yang bertempat di Aula Gedung Kecamatan Manguharjo, hari ini, rabu (12/4).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Itok Riyanto Legowo, dalam sambutannya mengatakan, bahwa acara ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Madiun melalui BPBD Kota Madiun untuk mengurangi resiko bencana.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, yang pada kesempatan tersebut membuka, dalam pengarahannya, menyampaikan bahwa dengan terselenggaranya acara ini hendaknya masyarakat tahu cara pencegahan dan penanggulangan bencana.

“Sampai saat ini upaya Pemkot Madiun dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di Kota Madiun, antara lain dengan adanya program normalisasi trotoar dan jembatan, revitalisasi rumah pompa di Jl. A. Yani dan Jl. Pancasila, ketentuan RTH (Ruang Terbuka Hijau) 40% bagi pengembang perumahan, dan juga pembangunan Rusunawa yang saat ini masih berlangsung.” Ujar Maidi di hadapan 465 orang peserta yang terdiri dari Lurah, LPMK, RT, RW, relawan, unsur warga se-Kecamatan Manguharjo.

Agus Ardiyansah, Kabid Kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Timur, sebagai narasumber kedua, menyampaikan pengertian bencana sesuai UU No. 24 Tahun 2007, filosofi dan dampak bencana, serta manajemen resiko bencana. (kmf)