Select Page

Madiun – Madiun yang merupakan daratan rendah yang diapit dua dunung, yaitu gunung Wilis dan gunung Lawu, masih memiliki potensi bencana alam yang bisa kapan saja terjadi, diantaranya gempa bumi, banjir dan angin puting beliung. Seperti yang diketahui, akhir-akhir ini telah terjadi longsor di Ponorogo, Nganjuk dan sekitarnya dikarenakan intensitas hujan yang banyak dan cuaca ekstrim. Menindaklanjuti hal tersebut, dan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Madiun untuk mencegah dan mengantisipasi jika terjadi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana tingkat Kecamatan, Senin (10/4) bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Kartoharjo Jl. Pelita Tama Kota Madiun.

Sugeng Rismiyanto, Wakil Walikota Madiun, yang pada kesempatan tersebut membuka acara menyampaikan bahwa dengan diadakan kegiatan seperti ini, diharapkan ada komunikasi antara Pemerintah Kota Madiun dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Selain itu kegiatan ini juga sarana untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan bencana daerah,

“Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Kota Madiun sudah merencencanakan pembangunan apa saja khususnya yang terkait penanggulangan banjir yang terjadi di Kota Madiun, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif dari masyarakat Kota Madiun untuk mengusulkan apa saja yang perlu dibangun dalam menghadapi bencana tersebut”, harap walikota. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, yang juga hadir sebagai nara sumber memaparkan kepada masyarakat Kota Madiun untuk manajemen bencana yang akan terjadi dan yang telah terjadi.

“Dalam manajemen bencana, kegiatan yang bisa dilakukan masyarakat dengan pemkot madiun antara lain seperti pencegahan, megitasi, kesiapan, peringatan dini, tanggap darurat, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi”, papar Maidi.
Pemerintah melaksanakan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan memetakan potensi ancaman bencana alam dan non alam yang ada terjadi di Kota Madiun. Agus Ardiyansyah yang menjabat sebagai Analis Tanggap Darurat BPBD Provinsi Jawa Timur menjelaskan untuk saat ini potensi bencana alam yang ada di Madiun adalah banjir.

“Permasalahan di Kota Madiun yang merupakan daratan rendah, dilewati daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo hulu dengan luas kurang-lebih 6072km² dan sub DAS Kali Madiun dengan luas kurang lebih 3755km² sehingga sangat berpotensi banjir kalau pengelolaan aliran sungainya bermasalah”tekan agus dalam memberikan materi kepada peserta penyuluhan. Lebih lanjut, Agus juga memberikan informasi dan contoh pemberdayaan penanggulangn bencana berbasis masyarakat dengan mengajak maysarakat untuk mengamati, memantau, melaporkan, dan memberikan informasi kepada petugas BPBD terhadap kondisi lingkungan dan sarpras umum, kesehatan, penyakit, gizi dan faktor resiko penyakit yang ada di masyarakat dan lingkungannya. (kmf)