‘’Kunker selalu diakhir tahun anggaran. Ini dimaksud agar apa yang sudah direncanakan berjalan sesuai dengan mestinya. Kalau belum masalahnya harus dipecahkan. Solosinya harus dicarikan,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat kunker di Kelurahan Rejomulyo, Kamis (12/6).

MADIUN – Kunjungan kerja (kunker) Walikota Madiun sampai di Kelurahan Rejomulyo, Kamis (6/12). Sama seperti sebelumnya, kunjungan untuk mengevaluasi pembangunan di 2018 ini. Tujuannya jelas, agar pembangunan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.

Berbagai pembangunan sudah cukup baik di Kelurahan Rejomulyo selama 2018 ini. Di antaranya, sembilan titik pembangunan saluran, tiga titik pavingisasi, satu titik pengaspalan, 12 rehab rumah tidak layak huni (RTLH), dan sembilan titik jambanisasi serta satu titik jalan usaha tani. Sedang dibidang non fisik, terdapat 64 penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) pusat, 95 BPNT daerah, 73 program keluarga harapan lama (PKH), 53 PKH perluasan. Namun, masih ada 72 keluarga yang belum mendapat.

‘’Yang belum ini segera saja diusulkan kembali. Lurah harus aktif,’’ ujarnya.

Warga Rejomulyo juga mendapat pelatihan kerja. Ada sembilan warga yang mendapatkan pelatihan tahun ini. Sebelas mahasiswa juga mendapat bantuan beasiswa mahasiswa (BBM). Sedang, untuk bidang kesehatan terdapat 2.783 penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai jaminan kesehatan. Pembangunan, lanjut walikota, memang harus berimbang. Baik fisik maupun non fisiknya. Ini penting agar masyarakat mendapat manfaat pembangunan secara utuh.

‘’Sebentar lagi musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) 2019 untuk dilaksanakan 2020 mendatang. Masyarakat harus aktif. Usulan yang belum masuk harus segera diusulkan kembali dan terus dikawal,’’ ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, Rejomulyo merupakan kawasan banjir. Harus segera sigap mengatisipasinya. Musim penghujan saat ini dapat dijadikan evaluasi pembangunan apakah sudah dapat mengantisipasi banjir atau sebaliknya. Bencana tidak dapat ditolak. Namun, sebagai manusia harus terus berupaya mengantisipasinya.

‘’Masyarakat juga wajib terus menjaga keamanan. Sebab, pembangunan yang sudah optimal tidak akan dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal kalau situasinya tidak aman. Ini penting, terutama dimusim pesta demokrasi seperti saat ini,’’ pungkasnya. (lucky/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik