MADIUN – Pancasila hadir sebagai perwujudan untuk mengatur manusia melalui ego dan mengatur manusia sebagai mahluk sosial.

Pernyataan di atas senada dengan pernyataan Walikota Sugeng Rismiyanto. Dalam giat yang dilaksanakan di Gedung Diklat Kota Madiun pada Rabu (5/12). Sugeng menegaskan bahwa Pancasila merupakan kunci demokrasi.

Menghadirkan narasumber dari Kemenkumham Kanwil Jawa Timur dan Universitas IKIP PGRI (UNIPMA) Kota Madiun. Giat kali ini mengusung tema penguatan HAM bersama PKK guna mewujudkan masyarakat yang cerdas dalam berdemokrasi.

Giat ini sebagai salah satu cara Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan pemahaman dan informasi terkait pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019.

Dalam sambutannya, Sugeng mengatakan bahwa demokrasi adalah kunci persatuan. “Demokrasi Indonesia itu demokrasi seperti yang selalu kita baca dalam sila ke 4. Kalau ada itu maka ada persatuan,” tegasnya.

Tanpa PKK, lanjutnya, negara tidak akan berjalan seperti sekarang ini. Maka dari itu peran aktif dan partisipasi PKK dalam kehidupan bermasyarakat sangat dibutuhkan.

“PKK itu luar biasa. Bisa menjadi wadah untuk meningkatkan demokrasi melalui giat-giat yang dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Sugeng juga menekankan bahwa demokrasi merupakan hak setiap manusia. “Esensi HAM adalah menghargai hak orang lain. Kita harus peka dan peduli terhadap orang lain juga,” tukasnya.

Sugeng berharap dengan adanya giat seperti ini, PKK dapat menguatkan kepribadian, sikap, dan perilaku dalam bingkai demokrasi yang santun dan bermartabat. 
(rahmad/kus/rama/yola/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik