Madiun – Perjalanan pembangunan di Pemerintah Kota Madiun sudah sesuai dalam jalurnya. Dari penyerapan usulan, perencanaan, hingga evaluasi pembangunan. Namun, beberapa permasalahan masih terjadi. Antara lain, sampah, banjir, dan kebakaran yang memang khas di perkotaan.

“Pemerintah Kota Madiun pasti juga pikirkan resiko-resiko ketika kota terus berkembang,”ungkap Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto dalam kunjungan kerja di Kelurahan Pangongangan, Selasa (5/12).

Sebagai kelurahan yang terletak di pusat Kota Madiun, Pangongangan cenderung padat penduduk dan perumahan. Semakin padat penduduk, sampah yang dihasilkan dari rumah tangga semakin besar. Ketika tidak dikelola dengan baik, tentu dapat menyebabkan kerugian besar.

“Kalau banyak sampah di saluran air, dapat menyebabkan genangan air, penyakit, mengotori lingkungan, dan bau tidak sedap,” terangnya.

Apalagi, lanjut Sugeng, terdapat lokasi pembuangan air di kelurahan tersebut. Karena itu, pengelolaan sampah di tempat itu perlu dilakukan agar tidak menyumbat salurah pembuangan air. ‘’Kalau masyarakat buang sampah di sungai saat musim hujan tiba, dipastikan Pangongangan banjir duluan,’’ ungkapnya.

Berbagai kerugian tentu akan melanda daerah terkena bencana banjir. Banyak fasilitas umum yang rusak, terganggunya lalu-lintas, belum lagi nanti efek pasca banjir. Hal inipun mengganggu perkonomian masyarakat.

Untuk itu, Sugeng mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat lingkungan. Mulai dari budaya membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah, serta membersihkan saluran pembuangan air secara berkala.

Tak hanya itu, Sugeng juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana kebakaran. Selama 2018, tercatat ada 3 rumah hangus akibat kebakaran. Salah satunya disebabkan oleh konsleting listrik. ‘’Gunakan listrik secara bijak,’’ imbuhnya. (lucky/adit/iko/yolanda/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun