MADIUN – Capaian apik kinerja Pemerintah Kota Madiun, dalam menerapkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dan Uang Kinerja Kegiatan (UKK) yang telah diterapkan sejak awal 2018, rupanya mencuri perhatian pemerintah daerah lain.

Pasalnya pada Rabu (5/12), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan datang berkunjung guna studi banding terkait TPP dan UKK.

Rombongan Pemkab OKU yang dipimpin oleh Sekda Achmad Tarmizi beserta segenap perwakilan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Kabupaten OKU disambut hangat oleh Sekda Madiun Rusdiyanto.

“Selamat datang di kota paling barat Jawa Timur. Kota yang kecil namun cantik,” ujarnya.

Penerapan remunerasi Kota Madiun, lanjutnya, merupakan sebuah proses yang panjang. Konsolidasi dibangun dengan menggandeng Universitas Airlangga dan membentuk tim daerah.

Lebih lanjut Rusdiyanto menjelaskan bahwa terdapat dua tipe pelaksanaan remunerasi. Pertama TPP yang diberikan berdasarkan absen dan saat itu juga absen sudah menggunakan finger print dan berdasarkan beban kerja. Dan kedua adalah UKK berdasarkan job value nilai.

“Keberanian dan niatan untuk memulai perubahan adalah hal yang patut diperhitungkan. Dengan adanya seperti ini transparansi dan akuntabilitas lebih nyaman,” imbuhnya.

Ahmad Tarmidzi berterima kasih karena merasa tersanjung dengan sambutan Pemkot. “Kami akan belajar dengan baik tentang ini, untuk kami bawa ke daerah kami,” tegasnya.

Pada kunjungan studi banding tersebut Pemkot Madiun menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah dasar hukum pelaksanaan TPP dan UKK, proses pelaksanaan, penghitungan standar TPP dan UKK, hingga aplikasi yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai patokan TPP dan UKK.

Pemkot berharap dengan adanya studi banding ini, dapat terjalin silaturahmi dan kerja sama yang baik antar kedua daerah. 
(rahmad/kus/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiubKarismatik